Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Mandor Gigit Jari Manis Pekerja Bangunan Hingga Putus
Mandor Gigit Jari Manis Pekerja Bangunan Hingga Putus

Mandor Gigit Jari Manis Pekerja Bangunan Hingga Putus

Insiden pertengkaran antara Agus Sriono (25), seorang pekerja bangunan dengan Hasan (55) mandor pelaksana pembangunan tempat tunnggu di StasiunLamongan mengakibatkan sang pekerja bangunan cacat seumur hidup, Selasa (18/11/2014) siang.

Yang cacat bukan di mata, telinga, kaki maupun tangannya, tapi Agus Sriono warga Desa Bangilan Kecamatan Bangilan KabupatenTuban harus kehilangan separuh jari manisnya, akibat digigit Hasan sampai putus.

Peristiwa ini bermula dari cekcok yang kerap terjadi antara Hasan dengan Heriyanto (54) orang tua korban yang turut bekerja sebagai kuli bangunan di Stasiun Lamongan.

Pagi itu sebelum peristiwa, korban Agus Sariono sedang belanja palu untuk kepentingan pekerjaannya.

Ketika tiba di lokasi pekerjaan, korban ditegur keras oleh terlapor Hasan.”Kamu kerja apa di sini,”kata Agus Sriono menirukan ungkapan terlapor.

Tak lama setelah beradu mulut, Hasan meminta korban untuk memanggil bapaknya, Heriyanto dan agar dihadapkan dengannya.

Perintah itupun dituruti Agus Sriono. Dari jarak sekitar 10 meter, korban memanggil Heriyanto. Kepentingannya agar segera dihadapkan dengannya.

Heriyanto, orangtua korban kemudian bergegas menemui Hasan di lokasi proyek.

Entah apa pemicunya, tiba – tiba Hasan mencaci maki Heriyanto di hadapan putranya, Agus Sriono. Adu mulut tak terbendung, sampai akhirnya keduanya harus adu fisik.

Heriyanto ternyata kalah kuat dengan Hasan, begitu terlapor mendorong korban sampai terjungkal. Mengetahui bapaknya dianiaya Hasan, Agus Sriono berusaha membelanya, dengan melerai pertarungan itu.

Saat itulah dengan kondisi panik, Agus Sriono berusaha keras melindungi bapaknya dari amukan Hasan.

Diluar dugaannya, Hasan yang bertubuh tambun itu dengan sekuatnya menggigit jari manis Agus Sriono sampai putus.

Puas menggigit jari korban sampai putus, Hasan langsung lari meninggalkan kedua korban. Tanpa disadari, Hasan yang lari melintas rel KA tiba – tiba jatuh terjungkal sendiri setelah kaki kanannya tersangkut rel KA.

Dengan sedikit mengalami luka di bagian wajah, Hasan tetap berusaha bangkit dan meninggalkan kedua korban.

Sementara Agus Sriono yang mengerang kesakitan di bagian tangannya karena jari manisnya putus akibat gigitan Hasan bersama bapaknya bangkit dan bertandang ke RSUD dr Soegiri untuk berobat.

Korban baru menyadari kalau sebagian jari manisnya telah hilang akibat gigitan Hasan.

Usai berobat, Agus Sriono dan Heriyanto bergegas menuju ke Polres Lamongan di unit Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk melaporkan penganiayaan yang telah mereka alami.

Keduanya melaporkan Hasan, mandornya karena telah melakukan penganiayaan terhadapnya hingga harus menanggung cacat seumur hidup.

”Pokoknya saya menuntut pada pak Hasan, dan perkara ini harus dilanjutkan,”ungkap Agus Sriono.

Hasan, mandor proyek saat dikonfirmasi , Selasa (18/11/2014) tidak banyak menjawab pertanyaan wartawan. Beberapakali jawaban yang disampaikan hanya menjelaskan kalau dirinya sedang berobat di Puskesmas.

”Ini saya sedang berada di Puskesmas untuk mengobatkan luka di bagian wajah saya karena terjatuh tadi,”ungkap Hasan.

Kasat reskrim AKP Efendi Lubis saat dikonfirmasi , Selasa (18/11/2014) menyatakan, laporan ini sedang ditangani. Penyidik sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan para terlapor.

”Penyidik juga menemukan potongan jari manis korban,”katanya.

Setelah pemeriksaam pelapor dan para saksi selesai, barulah memanggil terlapor demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan selanjutnya,”ungkap Lubis.

 

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya