Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » PKL Alun-alun Lamongan Bersedia Direlokasi
PKL Alun-alun Lamongan Bersedia Direlokasi

PKL Alun-alun Lamongan Bersedia Direlokasi

Paguyuban Pedagang Alun-alun Lamongan akhirnya bersedia direlokasi ke Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro. Ini setelah hampir semua poin tuntutan mereka diakomodir oleh Pemkab Lamongan dalam pertemuan lintas instansi yang dipimpin Sekkab Yuhronur Efendi Ruang Rapat Bina Praja, Jumat (21/11/2014).

Kesediaan untuk pindah itu ditandaskan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Alun-alun Lamongan, Asnawi seusai rapat pertemuan. Dalam rapat yang dihadiri sebanyak 12 orang perwakilan pedagang itu, mereka sepakat untuk mulai pindah pada Sabtu, 22 Nopember 2014 mulai pukul 16.00 WIB.

Ada 12 poin tuntutan pedagang yang disampaikan ke Pemkab Lamongan. Diantaranya agar semua pedagang di alun-alun, termasuk yang tidak masuk paguyuban agar dipindah tanpa kecuali.

Selanjutnya adanya hiburan rutin di lokasi relokasi, penataan lokasi jualan diserahkan pada paguyuban. Di hari minggu, mereka juga berharap mendapat dispensasi untuk tetap berjualan serta agar dilibatkan dalam setiap even di alun-alun Lamongan.

“Pada intinya kami bersedia pindah setelah hampir semua poin tuntutan kami tadi dipenuhi oleh Pak Sek, ” ujar Asnawi yang menyebutkan anggota paguyubannya mencapai 97 orang pedagang.
Hal senada disampaikan Yuhronur Efendi. “Pada intinya penataan ini dilakukan untuk kebaikan kita semua, demi masyarakat juga. Juga agar kita semua dalam bekerja ini nyaman,” kata dia.

Karena itulah, lanjut Yuhronur, nanti sebelum pedagang pindah akan dibuatkan gerbang bertuliskan sentra jajanan dan suvenir Lamongan. Lokasi di Jalan Ki Sarmidi Mangun Sarkoro ini juga akan ditutup total untuk semua kendaraan bermotor dan disediakan fasilitas lampu, listrik dan wi fi.
Kemudian jalur operasi kereta kelinci akan dialihkan sesuai kesepakatan forum lalu lintas sebelumnya, yakni tidak melalui Alun-alun Lamongan.

“Saya sepakat ada penguatan kelembagaan paguyuban. Misalnya menjadi koperasi sehingga pemerintah daerahpun ketika akan membantu tidak kesulitan,” imbuh dia.

Ditambahkan olehnya, terutama untuk sentra suvenir khas Lamongan dia berharap agar diperbanyak. Sehingga setiap ada tamu yang ke Lamongan tidak kerepotan mencari lokasi penjualannya.

 

Sumber : bangsaonline

aries sugiarto