Sunday, October 22, 2017
Breaking News
Home » News » Istri Dandim Lamongan Disebut Kirim SMS Intimidasi Ke Istri Korban
Istri Dandim Lamongan Disebut Kirim SMS Intimidasi Ke Istri Korban
SMS yang disebut-sebut berasal dari istri Dandim Lamongan (Foto: andik kartika)

Istri Dandim Lamongan Disebut Kirim SMS Intimidasi Ke Istri Korban

Info Lamongan – Kematian Kopka Andi Prya Dwi Harsono anggota Kodim Lamongan yang juga ajudan Dandim Lamongan, banyak menyimpan misteri. Hingga kini masih ada kontroversi mengenai penyebab kematiannya. Apakah tewas dianiaya atau karena gantung diri?

Tim forensik Kodam V/Brawijaya yang membongkar makam Kopka Andi Prya Dwi Harsono untuk melakukan otopsi hingga beita ini diunggah melum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penyebab kematin korban.

Namun pihak keluarga Kopka Andy Dwi Harsono melalui istrinya, mengeluarkan bukti baru tentang SMS yang diakui dari istri Dandim Lamongan, saat korban diperiksa di Makodim Lamongan.

Dalam isi SMS yang disebut dikirimkan Bu Dandim itu berisi permintaan pada istri korban agar tidak menceritakan pada orang lain dan juga keluarganya. Bu Dandim juga menulis tidak bisa melepaskan Kopka Andi Prya Dwi Harsono karena sudah melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya sehingga dikhawatirkan nanti akan terjadi pada orang lain.

Seperti diberitakan, Abu Hanifah pengacara keluarga Kopka Andi Prya Dwi Harsono mengatakan, kematian kliennya memang sangat banyak kejanggalan sehingga diragukan akibat bunuh diri. “Masak melakukan bunuh diri dengan cara tangan diborgol, sedangkan posisi mengantungnya korban juga sangat aneh. Mana kuat tali dari celana training untuk menahan tubuhnya yang menggantung. Sehingga kami menduga kuat ada rekayasa dibalik kematiannya,” ungkapnya saat berada di makam korban yang dibongklar untuk keperluan otopsi di desa Pulosari, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Selasa (3/12/2014).

Selain itu di tubuh korban juga penuh lebam sehingga diperkirakan sebelum meninggal korban lebih dulu dianiaya. “Anehnya lagi, lazimnya orang yang meninggal akibat gantung diri pasti lehernya menjulur, ada cairan sperma keluar dan bekas kotoran di celananya. Namun celana korban bersih tak ada bercak sperma atau kotoran,” tandas Abu Hanifah.

Pengacara ini lalu menceritakan kronologis tewasnya Kopka Andi Prya Dwi Harsono versi Kodim Lamongan. Sebelumnya Kopka Andi Prya Dwi Harsono dituduh berbuat cabul terhadap anak Komandannya, Dandim Lamongan.

Peristiwa itu bermula saat Dandim Lamongan meminta Kopka Andy Dwi Harsono memandikan anak perempuan komandannya yang masih berusia 4 tahun. Mendadak anak berusia 4 tahun itu mengeluh `titit`nya sakit. Ny Gina, istri Dandim lamongan langsung melaporkan hal itu ke suaminya.

“Tanpa dilakukan visum lebih dulu, Dandim lamongan langsung memerintahkan anak buahnya melakukan pemeriksaan terhadap Kopka Andi Dwi Harsono,” jelas Abu Hanifah panjang lebar. @andik kartika

 

 

 

Sumber: Lensaindonesia