Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » LPPK Laporkan ke KAPOLRI Dugaan Korupsi Gedung Garuda
LPPK Laporkan ke KAPOLRI Dugaan Korupsi Gedung Garuda

LPPK Laporkan ke KAPOLRI Dugaan Korupsi Gedung Garuda

Info Lamongan. Gedung Olahraga Garuda Babat yang ambruk saat hujan pada, Jumat (28/11/2014) berujung pada pelaporan dugaan korupsi rehabilitasi kantor/gedung tersebut oleh LPPK (Lembaga Persatuan Pemburu Koruptor) Lamongan, tertanggal 2 Desember 2014 ke KAPOLRI.

LPPK yang berkantor di Babat-Lamongan mengirim surat pengaduan bernomor ;162/lppk/XII/2014 kepada KAPOLRI di Jakarta pada tanggal 2 Desemebr 2014. Dalam suratnya setebal 10 halaman, lembaga ini menyampaikan dasar pelaporan yang di lengkapi dengan bukti-bukti dan data pendukung.

Tidak hanya itu LPPK juga mencermati adanya dana siluman pada P.APBD 2013 yang semula hanya 797,829 juta kemudian tanpa proses rapat Banggar (badan Anggaran DPRD -Lamongan) berubah menjadi 803 juta (setelah terbit perda no.3 tahun 2013), dimana alokasi anggaran tersebut awalnya untuk peruntukan 1 paket rehabilitasi sedang/berat gedung kantor yang terdiri dari: rehabilitasi Eks kantor Penanaman Modal, Gedung Garuda, Taman DPPKA, dan Kantor Panwas.

Afif Muhammad dari LKPP menjelaskan, bahwa Peruntukan anggaran itu berubah menjadi 6 paket proyek rehab, yang mana satu tempat proyek rehab di pecah menjadi 2 paket.”tujuanya untuk memecah proyek supaya tidak ada lelang, dari satu paket terdiri dari 4 tempat menjadi 6 paket di 3 tempat” katanya.

Anggaran 199,595 juta untuk renovasi gedung Garuda Babat, mestinya lebih dari cukup karena hanya menempel beberapa bagian dan menambah aksen depan saja, kenyataanya bangunan baru tersebut malah kalah dan roboh ” yang roboh itukan bangunan renovasinya, bangunan lamanya masih bertengger, ada yang salah dalam pengerjaanya?, bisa saja ini menyalahi aturan” tambahnya

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heri Pranoto ketika di konfirmasi membenarkan ambruknya gedung garuda Babat, dan berdalih bahwa pengelolaan gedung garuda adalah kewenangan lurah selaku pengelolah paten gedung. ketika di mintai keterangan lebih lanjut beliau hanya mengatakan “ Ambruknya Gedung Garuda sekarang dalam penaganan Polres Lamongan,” katanya singkat. (Fah/rz)

 

 

 

Sumber: PanturaJatim