Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » BPBD Lamongan Bukan Sekedar Penggelontor Sembako
BPBD Lamongan Bukan Sekedar Penggelontor Sembako

BPBD Lamongan Bukan Sekedar Penggelontor Sembako

Info Lamongan – Memasuki musim penghujan  kerap dengan kejadian bencana alam . Untuk mengantisipasi segala kemungkinan  atas bencana itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Lamongan kini mulai mempersiapkan segala pirantinya, termasuk bantuan danam, petugas yang tergabung  dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) serta penjaga posko selama 24 jam yang melibatkan dinas, intasnsi dan jajarannya.

BPBD tidak hanya sekedar menanggulangi bencana saja, namun ada yang perlu banyak diketahui masyarakat korban bencana alam. Ternyata, BPBD  ini mempunyai peran dan memberikan peluang bagi masyarakat korban bencana alam untuk meminta bantuan.

“Bahkan korban kebakaran yang masuk kelalaian dari pemiliknya juga kita akan bantu . Namanya kebutuhan bagi korban bencana, BPBD berusaha untuk memenuhinya,”kata Kapala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ,  Suprapto  Senin (8/12/2014) saat dikonfirmasi Surya terkait  kesiapan BPBD yang rutin setiap tahun dihadapkan dengan bencana alam di Lamongan.

Suprapto menggolongkan tiga bencana alam yang  kerap terjadi di Lamongan, yakni puting beliung  untuk wilayah Sambeng, Mantup, Ngimbang, Mantup atau dikategorikan wilayah selatan. Bencana alam banjir ini lebih terfokus pada wilayah kanan – kiri aliran Sungai Bengawan Solo dan tanah longsor yang ada di Ngimbang, Bluluk dan Modo.

“Kami tidak ingin ada bencana alam, tapi kalau takdir Tuhan memberikan cobaan dengan bencana alam, tentu BPBD harus dan wajib siaga untuk membantu masyarakat korban bencana alam,”tegas Suprapto.

Pengalaman bertahun – tahun yang kerap terjadi di Lamongan menjadikan pengalaman yang membentuk BPBD selalu siap menanganinya dengan peta daerah rawan bencana yang sudah diantisipasi.

Masyarakat korban bencana alam tentu wajib tahu soal peluang dan bagaimana cara untuk membutuhkan BPBD pada korbanm, atau untuk menangani wilayah yang diterjang bencana alam. “Prosedur formalitas harus ada. Tapi pelayanan dan gerak BPBD untuk membantu masyarakat harus cepat. Kadang formalitas belakangan, bantuan kita terjunkan  dan ditanggapi lebih cepat,”ungkap Suprapto.

Pada prinsipnya 24 jam penuh BPBD akan melayani apa yang dibutuhkan masyarakat korban bencana alam.  Prosedurnya sangat mudah, masyarakat secara individu atau kelompok korban banjir yang membutuhkan bantuan tinggal melapor ke kepala desam, kepala desa melanjutkan ke camat, dan camat ke bupati dengan tembusan BPBD.

“Tak perlu menunggu lama, kalau memang setelah dipetakan perlu bantuan, maka saat itu juga kita kirim bantuan. Kadang – kadang malah surat permintaan belum ada, BPBD sudah menerjunkan bantuan material, utamanya sembako,”kata Suprapto yang sudah memasang petugas piket Posko di BBD sejak Nopember.

Bantuannya selain sembako juga untuk mengatasi darurat, di antaranya bentuk material gedek, blangsing, kawat, bambu dan sembako. Sementara alat evakuasi seperti perahu karet, genset, dan alat penjernih air, selimut, tikar dan tenda BPBD selalu ready.

“Kita saat ini punya stok 1.000 paket sembako,”katanya.

Bagaimana dengan tanggul yang ambrol, jalan putus atau rusak? Suprapto menjelaskan BPBD punya Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri atas gabungan petugas berbagai dinas instansi terkait. Ada polisi, tentara dan juga dinas teknis. Jalan rusak akan dilibatkan tenaga langsung dari Bina Marga, tanggul Bengawan Solo dari Balai Besar Wilayah Aliran Bengawan Solo. Mereka tidak sendirian, dan akan dibantu tenaga dari TNI dan Polri.

 

 

 

Sumber: Surya

Hanif Manshuri