Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Lamongan Kurangi Ketergantungan Impor Gula 10 Persen Nasional
Lamongan Kurangi Ketergantungan Impor Gula 10 Persen Nasional
Menteri Perindustrian Saleh Husin Blusukan di Lamongan

Lamongan Kurangi Ketergantungan Impor Gula 10 Persen Nasional

Kebutuhan gula masyarakat yang tinggi kini tidak lagi dapat diperoleh dengan gula impor. Pasalnya, pemerintah akan menyetop impor gula dan memberdayakan produksi gula nasional. Swasembada gula di Indonesia masih jauh dari harapan, sementara pembangunan pabrik gula seperti di Lamongan ini hanya hanya mampu mengurangi sekitar 10 persen dari impor gula selama ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, dalam kunjungannya ke pembangunan Pabrik gula PT Kebun Tebu Emas (KTM) di Desa Lamongrejo Kec Ngimbang Lamongan, Rabu (10/12).

Indonesia saat ini setiap tahunya masih impor gula rafinasi sejumlah 2,8 juta ton, untuk kebutuhan industri makanan dan minuman, Sementara keberadaan pabrik gula di tanah air menurutnya masih kurang, untuk bisa memenuhi kebutuhan gula secara nasional.

Dengan adanya pembangunan pabrik gula PT KTM ini ia sedikit bisa bernafas lega, setidaknya kalau pabrik ini sudah beroperasi setiap tahunya 300 ribu ton maka bisa mengurangi ketergantungan impor gula sebesar 10 persen.

“Saya patut bersyukur dengan adanya pembangunan pabrik gula di Lamongan ini, mampu mengurangi ketergantungan impor sebesar 10 persen secara nasional,”katanya.

Andaikan ada pembangunan pabrik gula seperti di Lamongan ini setidaknya 4 saja, itu artinya bisa mengurangi ketergantungan impor sebesar 40 persen secara nasional, sehingga pemerintah sangat berkepentingan ada investor yang bisa mengalihkan usahanya ke gula.

Memang lanjutnya untuk bisa mewujudkan itu semua, problem yang mendasar adalah dilahan pertebuan dan lahan untuk mendirikan pabrik. Karena harus butuh proses waktu yang tidak pendek untuk bisa merealisasikannya.

“Untuk itu peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan dalam upaya untuk memudahkan semua investor yang akan menanamkan investasinya dalam pendirian pabrik gula seperti yang ada saat ini. terus dipacu,”harapnya.(Fah)

 

Sumber: Panturajatim.com