Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Edarkan Carnopen Satker Raskin dan 3 Temannya Dibekuk Satreskoba
Edarkan Carnopen Satker Raskin dan 3 Temannya Dibekuk Satreskoba
Empat tersangka pengedar pil carnopen, satu diantaranya Satker Raskin sesaat setelah diamankan polisi. Dari tangan tersangka juga diamankan BB sebanyak 1.000 butir pil carnopen, Minggu (14/12/2014). Surya/Hanif Manshuri

Edarkan Carnopen Satker Raskin dan 3 Temannya Dibekuk Satreskoba

Info lamongan – Satreskoba Polres Lamongan, Minggu (14/12/2014) panen tangkapan. Setelah berhasil  menangkap tersangka pengguna sabu – sabu-, sejurus kemudian  4 orang pengedar pil jenis carnopen juga ditangkap di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong.

Satu dari empat tersangka bahkan seorang anggota Satker Raskin Bulog Tuban. Dan keempatnya yang behasil ditangkap saat sedang makan di warung desa  itu diantaranya,  Willy Bagus Irawan (29), Dony Bahrul Ulum (29), Isnan Maghyan Alfian (25) dan Moh. Mas’ud  (26) kesemuanya pemuda asal  Sedayulawas.

Pengakuan para tersangka, ia mengedarkan carnopen sebagai pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilam. Penghasilan mereka berwiraswasta yang ditekuni selama ini belum mencukupi untuk kebutuhan setiap harinya.

“Tidak kami konsumsi sendiri, tapi semuanya kita jual ke para pelanggan. Utama ya untuk kalangan nelayan,”kata  Willy.

Barang haram itu mereka dapatkan dari seseorang pemasok asal Tuban. Namun kembali alibinya, mereka mengaku tidak mengenal betul, sebab saat membutuhkan hanya ketemu di alun – alun yang dihubungi  melalui ponsel sebelumnya. Para tersangka mengaku  pil bento itu dijual Rp 25 ribu per sepuluh butirnya.

Selain sebanyak 1.000 butir pil carnopen diamankan, polisi juga menyita uang tunai Rp 1.483.000. Para tersangka mengaku benar – benar tidak tahu kalau mereka sedang dibuntuti polisi saat masuk ke warung tempat mereka makan di Desa Sedayulawas.

”Ndak tahu, mungkin ada yang menginformasikan kepada polisi,”kata Mas’ud.

Padahal sudah hampir setahun mereka menggeluti jual beli carnopen. Dan selama itu pula aman  – aman saja.  Kini apapun yang selama ini ditekuni para tersangka harus terhenti sampai disini dan harus merasakan pengapnya sel tahanan.

Kanit 1 Idik Satreskoba, Aiptu Jinanto kepada wartawan mengatakan, para tersangka dijerat dengan Undang – Undang Kesehatan.

”Pasal dan Undang –undang yang diterapkan dengan pengguna sabu –sabu asal Sugio berbeda,”katanya

 

 

 

Sumber: Surya

Hanif Manshuri