Monday, December 11, 2017
Breaking News
Home » News » Polres Lamongan Cek Penangkapan 12 WNI di Malaysia
Polres Lamongan Cek Penangkapan 12 WNI di Malaysia
Seorang warga menghapus mural bergambar bendera ISIS di tembok makam yang berada di kawasan Tipes, Solo. Mural sejenis ditemukan di beberapa titik di kota ini. TEMPO/Ahmad Rafiq

Polres Lamongan Cek Penangkapan 12 WNI di Malaysia

Info Lamongan – Kepolisian Resor Lamongan belum menerima data soal identitas seorang warga Lamongan yang dikabarkan ditangkap polisi antiteror Malaysia karena dicurigai hendak bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Total, polisi Malaysia menahan 12 warga negara Indonesia yang diduga akan menyeberang ke Timur Tengah.

Wakil Kepala Polres Lamongan Komisaris Aditya Puji Kurniawan mengatakan belum tahu nama warga tersebut karena belum mendapat data dari Mabes Polri. Menurut dia, sifat penanganan perkara itu masih dalam tahap kajian intelijen. “Saya belum terima laporannya,” ujar Aditya, Senin, 15 Desember 2014. 

Meski demikian, Aditya berupaya secepatnya mengkonfirmasi kebenaran informasi itu. Sebab, jika terkait dengan ISIS, prosedur penanganannya harus sesegera mungkin. “Kami akan berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Jawa Timur. Informasi ini harus akurat,” tuturnya.

Sebelumnya, atase Kepolisian RI di Kedutaan Besar Malaysia, Komisaris Besar Aby Nursetyanto, mengatakan 12 WNI yang hendak pergi ke Suriah ditahan polisi antiteror Malaysia, Kamis pekan lalu. 

Menurut Aby, 12 WNI tersebut ditangkap saat menginap di salah satu hotel di Bandara KLIA, Sepang. “Mereka ditangkap oleh polisi unit khusus E8 pada 2 Desember 2014 pukul 21.38,” kata Aby.

Dari hasil pemeriksaan kepolisian Malaysia, menurut Aby, 12 WNI tersebut mengaku hendak memasuki daerah konflik untuk bergabung dengan ISIS. Aby mengatakan para WNI tersebut ingin menyusul teman-teman mereka yang sudah berada di Suriah.

 

 

Sumber: Tempo.co
SUJATMIKO | MASRUR (KUALA LUMPUR)