Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » Tanggul Jebol Genangi 100 rumah dan 20 ha tambak, Petani Rugi Rp 100 Juta
Tanggul Jebol Genangi 100 rumah dan 20 ha tambak, Petani Rugi Rp 100 Juta
TNI di Bantu Warga Perbaiki Tanggul

Tanggul Jebol Genangi 100 rumah dan 20 ha tambak, Petani Rugi Rp 100 Juta

Info Lamongan – Curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama pada Jum’at malam lalu (19/12) membuat Kali (sungai) Plalangan. Lamongan tak mampu menampung volume air. Akibatnya, sungai yang melintasi Kecamatan Lamongan dan Turi ini jebol di 3 titik.

Sejak Jum’at malam lalu hingga Sabtu (20/12) sekitar 150 personil Kodim 0812 Lamongan bersama masyarakat setempat dan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) bergotongroyong memperbaiki tanggul yang jebol.

“Kemarin (Jum’at) dinihari sekitar 50 personil Kodim bersama masyarakat dan BPBD memperbaiki tanggul Kali Plalangan di sisi Desa Plosowahyu dengan material karung berisi tanah dan gedek bambu. Sementara hari ini tidak kurang dari 100 anggota Kodim berusaha menyelesaikan perbaikan tanggul sungai yang jebol di sisi selatan, “ ujar Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Inf Ade Rizal Muharram melalui Perwira Seksi Terirorial (Pasi Ter) Kodim 0812 Kapten Yudi Kurniadi.

Disebutkan oleh Kades Tambakploso Kecamatan Turi Heri Purwanto, pada saat air banjir datang ke Dusun Plosolebak pada Jum’at dini hari, warga sempat panik. Karena menurutnya, wilayahnya sudah belasan tahun tidak pernah terkena banjir luapan dari Kali Plalangan.

Selain menggenangi 100 rumah di Dusun Plosolebak setinggi 40 cm, luapan Kali Plalangan juga menggenangi sekitar 20 ha laan pertambakan di wilayah Desa Plosowahyu/Lamongan dan Tambakploso/Turi. Padahal areal pertambakan terebut baru sekitar 1 minggu ditebari benih Udang Vanname dan Ikan Bandeng.

“Kerugian petani tambak hampir mencapai Rp 100 juta akibat benih yang baru ditebar hilang terbawa banjir. Mungkin sudah waktunya Kali Plalangan ini dinormalisasi lagi, “ kata Heri Purwanto.
Ditambahkan oleh Kades Plosowahyu Jatmiko, Kali Plalangan memang sudah lama tidak dinormalisasi, sekitar 15 tahun lalu. Akibatnya kini sudah mulai ada pendangkalan. Apalagi ada IPA PDAM yang sedimennya diarahkan ke Kali Plalangan.

Menurut Jarwito, air mulai datang jam 11 pada Kamis malam. Kemudian jam 02.00 Jum’at dini hari, tanggul di sisi utara jalan raya mulai jebol sepanjang 2 meter. Di susul jebolnya tanggul di sisi selatan sebelah barat sepanjang 3 meter dan di sebelah timur jebol sepanjang 8 meter yang luberannya mengarah ke Dusun Plosolebak. (Fah)

 

 

Sumber: panturajatim.com