Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Dandim Lamongan Ditahan, Diduga Aniaya Ajudan Hingga Tewas
Dandim Lamongan Ditahan, Diduga Aniaya Ajudan Hingga Tewas
Ilustrasi Penjara. Merdeka.com

Dandim Lamongan Ditahan, Diduga Aniaya Ajudan Hingga Tewas

Info Lamongan – Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Jawa Timur, Letkol Ade Rizal Muharam bersama enam anggota TNI lainnya resmi ditahan oleh Denpom V Brawijaya. Penahanan ini, terkait kasus kematian Kopka Andi Pria Dwi Harsono, yang dikabarkan tewas gantung diri pada pertengahan Oktober lalu.

Kabar penahanan Letkok Ade Rizal Muharam ini dibenarkan Kapendam V Brawijaya Kolonel Arm Totok Sugiharto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (23/12). Dugaan kematian Kopda Andi yang tak wajar.

Kata Totok, penahanan Dandim 0812 Lamongan itu dilakukan sejak 18 Desember di Makodim, kemudian dilimpahkan ke Denpom V Brawijaya pada 22 Desember kemarin. Rencananya, masa penahanan sementara itu akan dilakukan hingga 3 Januari 2015 mendatang.

“Ada tujuh anggota yang ditahan. Statusnya adalah tahanan sementara. Masa penahanan sendiri, selama 17 hari, mulai 18 (Desember) hingga 3 Januari (2015) mendatang. Dan kalau memang dibutuhkan, waktu penahanan bisa diperpanjang lagi,” terang Totok, sembari menegaskan kalau kasus ini bisa disidangkan.

Penahanan Dandim 0812 Lamongan bersama enam anggota TNI yang lain itu, terkait dugaan kasus penganiayaan Kopka Andi Pria Dwi Harsono, yang merupakan ajudan dari Letkol Ade Rizal Muharam hingga meninggal dunia. Namun, Kopka Andi dikabarkan tewas bunuh diri.

“Penahanan ini sendiri, dilakukan setelah dilakukan berdasarkan hasil olah TKP, hasil forensik yang dicek di makam, hasil otopsi dan tambahan bukti dari penyidik,” sambung Totok.

Sebelumnya, keluarga almarhum Kopka Andi Pria Dwi Harsono mendatangi Kodam V Brawijaya, pada 14 November lalu, untuk meminta keadilan. Istri almarhum, Ika Sepdina, warga Jalan Jengitri, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mencurigai suaminya meninggal tidak wajar di ruang intel pertengahan Oktober lalu.

Ika curiga, suaminya tewas dianiaya. Namun, pihak Kodim 0812 menyatakan Kopka Andi tewas bunuh diri setelah mengaku mencabuli anak Letkol Ade Rizal yang masih berusia empat tahun, berinisial G.

“Terakhir suami saya (Kopka Andi) menelepon hari Sabtu (11/10), dia kan berangkat hari Sabtu pagi. Waktu di telepon, dia bilang ‘saya ada di kantor intel, saya dituduh mencabuli anaknya Dandim (Letkol Ade Rizal)’ yang masih berusia empat tahun,” kata Ika di Makodam V Brawijaya.

Di hari yang sama (11/10), istri Letkol Ade Rizal, Gina menelepon dan meminta Ika ke Lamongan. Kemudian Ika menghubungi suaminya dan menanyakan permintaan Gina itu.

“Saya tanya ada masalah apa saya kok disuruh ke Lamongan? Suami saya bilang, dia tidak melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan. Dia juga bilang, apa sudah gila melakukan itu (pelecehan). Itu kan anaknya Dandim atasan saya, apalagi anak saya juga perempuan,” tutur Ika.

Kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, di hari itu pula, Ika dan ayahnya ke Lamongan. Di rumah dinas Letkol Ade Rizal, Ika diminta istri Dandim menanyakan sendiri ke anaknya terkait tuduhan pelecehan itu. Anak Dandim mengatakan, “Om Andi jahat, dek G mau di tit tit in.”

Kemudian, Kopka Andi diberi pelajaran berupa shock terapi oleh Dandim di sebuah ruangan dan dibolehkan pulang pada hari Senin (13/10). Selanjutnya, Ika pulang ke Kediri.

Sehari sebelum 13 Oktober itu, tepatnya hari Minggu (12/10), Ika kembali ditelepon istri Letkol Ade Rizal dan dikabarkan, kalau suaminya telah mengakui perbuatannya. Ika pun diminta kembali ke Lamongan.

Saat berada di Lamongan, Ika mendapati suaminya tewas gantung diri di ruang penyidikan Kantor Intel Kodim 0812. Kondisi Kopka Andi, tangan dalam keadaan terborgol dan tubuhnya penuh luka lebam.

[mtf]
Sumber: merdeka.com
Moch. Ardiansyah