Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Ramayana Tinggalkan Plaza Lamongan
Ramayana Tinggalkan Plaza Lamongan
HENGKANG - Karyawan Ramayana mengemasi barang–barang untuk diboyong ke Ramayana Gresik, Selasa (30/1/2/2014). Surya/Hanif Manshuri

Ramayana Tinggalkan Plaza Lamongan

Info Lamongan – Satu–satunya pusat perbelanjaan modern, Lamongan Plaza, yang dibangun dengan dana Rp 63 Miliar di Jl Panglima Sudirman dari dana APBD, ditinggalkan tenan-tenannya.

Salah satunya tenan besar Ramayana Departement Store, tidak memperpanjang kontraknya setelah satu setengah tahun bertahan. Sejak Senin (29/1/2014), semua barang dagangannya diboyong dari Lamongan Plaza dan diangkut menggunakan sejumlah mobil boks.

“Kita tidak memperpanjang kontrak lagi, kebetulan habis masa kontrak Desember ini. Sebenarnya tidak sepi tapi belum sesuai harapan saja,” kata Audit Ramayana, Dayat.

Namun alasan Dayat berbeda dengan pengakuan Kepala Toko, Urip yang terang-terangan menegaskan Ramayana terpaksa tidak memperpanjang kontrak karena sepi pembeli. “Kita boyong ke Gresik, sekaligus para karyawannya,” ungkapnya.

Sebelumnya pemerintah sudah mengusahakan pendukung dengan ditempatkannya KFC di depan Plaza Lamongan, tapi tetap saja sepi. ”Kita dipindah wilayah kerja ke Gresik sebenarnya cukup menjadi beban,” kata seorang karyawan yang enggan dikorankan namanya.

Kepala PD Pasar, Djoko Purwanto dikonfirmasi, Selasa (30/12/2014), mengakui, Lamongan Plaza telah ditinggalkan Ramayana dengan alasan tidak memenuhi target alias sepi.

Pihaknya telah melakukan pendekatan pada tenan atau investor besar sekelas ritel Ramayana untuk mengisi Lamongan Plaza. ”Tinggal menunggu keputusan dari sejumlah investor,” ungkap Djoko.

Menurut Djoko, ia telah bertemu manajemen Lotte Mart dan diharapkan bisa segera memberikan jawaban dengan kontrak 3 lantai. Selain ke Lotte Mart, Djoko juga melamar ke Matahari. Tapi Matahari mengajukan persyaratan minimal disediakan tempat seluas 4.000 meter persegi. ”Dan ini yang tidak mungkin kami bisa menyediakan,” ungkapnya.

Selain itu, PD Pasar telah melakukan pendekatan ke Bravo Bojonegoro, Giant Surabaya dan ke beberapa tenan atau investor lainnya, namun belum ada jawaban.  PD Pasar terus bergerak untuk menghidupkan keberadaan Lamongan Plaza.

 

 

 

Sumber: Surya

Hanif Manshuri