Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Guru Lamongan Akan Demo Saat Sidang Kasus UNAS
Guru Lamongan Akan Demo Saat Sidang Kasus UNAS
Ilustrasi Demo Guru (foto.liputan6.com)

Guru Lamongan Akan Demo Saat Sidang Kasus UNAS

Info Lamongan – Adi Farid wakabid Non Formal LP. Ma’arif , menanggapi sidang kasus UNAS Informasinya ada 18 guru swasta dari lembaga kami yang akan disidangkan pertama,” Para guru LP Ma’arif Lamongan akan menggelar demo besar-besaran terkait rencana sidang kasus pencurian naskah Unas 2014 untuk SMA,” Kata Adi

Menurutnya, perlu dipertanyakan mengapa sidang pertama itu hanya diperuntukkan guru–guru swasta dari Ma’arif. ”Ini menunjukkan sebuah ketidakadilan. Karena dalam kasus ini juga banyak tersangka dari guru negeri juga,” Terangnya.

Adi beranggapan bahwa ini bukan inisiatif kepala sekolah, guru bahkan staf Tata Usaha, melainkan ada aktor intelektual yang syarat kepentingan “ Kita cari aktor intelektual, walau tidak memberikan intruksi secara tertulis.” Jelasnya

“ Ujian Nasional Tahun kemarin 2013 Lamongan juara IPA dan IPS dengan cara curang, hanya saja terbongkarnya di tahun 2014,” Tegas Wakil Ketua 4 Ma’arif Adi Farid.

Aksi demo sebagai bentuk solidaritas sekaligus tekanan kepada penegak hukum. “Demo besar–besaran yang kami lakukan nanti sebagai bentuk pressure kepada penegak hukum agar Arif melihat kasus ini. Masalahnya ini tersistematis tapi mengapa hanya guru dan kepala sekolah yang menjadi korban. Ini ada aktor intelektualnya,” tegasnya.

Terungkapnya kasus kebocoran kunci Ujian Nasional (Unas) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2014 lalu, bermula dari aksi guru Lamongan nekat melakukan pencurian soal unas. Pencurian dilakukan saat pendistribusian Polres ke Polsek.

Naskah soal kembali dihitung di polsek, guru yang mengantarkan soal mengaku bahwa naskah soal komplet. Demikian pula ketika saat pemeriksaan dan perhitungan saat naskah soal diambil dari polsek ke sekolah pada hari H pelaksanaan Unas. Padahal, sejatinya naskah itu kurang satu amplop.

Setiap satu tempat guru hanya kebagian mengambil satu amplop soal. Lantaran unas SMA mengujikan enam mata pelajaran, pencurian dilaksanakan di enam titik dengan sasaran enam mobil berbeda. Setiap tempat guru mengambil satu naskah soal yang berbeda. Karena itu, ketika dikumpulkan, naskah soal enam mata pelajaran yang mereka dapatkan sudah lengkap.

Kemudian hasilnya atau jawaban dibentuk CD sama flashdisk dan kemudian disebar luaskan ke tiap sekolah, pencurian tersebut melibatkan sekitar 70 kepala sekolah (Kasek) dan guru yang bekerja secara terstruktur. Semua adalah Kasek dan guru SMA negeri maupun swasta dari Lamongan. (Fah)

 

 

Sumber: panturajatim.com