Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » Kesehatan » Khusus Pria, Jangan Biarkan Lemak Perut Menebal
Khusus Pria, Jangan Biarkan Lemak Perut Menebal
Pria dengan lemak perut tebal berisiko mendapatkan berbagai gangguan kesehatan (INFOMAZZA)

Khusus Pria, Jangan Biarkan Lemak Perut Menebal

Info Lamongan- Penampilan mungkin alasan cukup untuk memotivasi kaum adam menghilangkan lemak di perut, tapi sebenarnya kesehatan seharusnya menjadi pendorong pula mengurangi berat badan.

Menurut direktur Pusat Riset Pencegahan di Yale University School of Medicine, David Katz, MD, memangkas lapisan ekstra lemak perut bisa memberi pengaruh besar tidak hanya pada penampilan, tetapi juga perasaan dan mendongkrak kinerja area lain dalam tubuh.

Berikut ini sekadar sedikit kekacauan yang bisa ditimbulkan lemak tubuh terhadap kesehatan, juga alasan sehat mengapa harus ditipiskan.

Menghilangkan Lemak Perut bisa Memperbaiki Kehidupan Seks.

Betul. Menghilangkan lemak tubuh akan meningkatkan kualitas kehidupan seks. Para periset menemukan bahwa orang obesitas cenderung 25 kali melaporkan masalah ketimbang para pria berbobot normal. “Menjadi lebih berat akan mengganggu ‘harga diri’ dan kenyamanan dalam aktivitas seksual,” kata Katz. Kelebihan berat badan juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Sementara, penurunan berat badan dan olahraga bisa membantu memulihkan libido dan fungsi seksual.

Lemak Perut bisa menurunkan Testosteron

Ini tidak bermaksud mengatakan bahwa semua bobot ekstra di tubuh membuat anda tidak menjadi pria lagi, tapi obesitas sangat terkait erat dengan kadar rendah testosterone. Tahukah bahwa testosteron rendah juga bisa membuat kisruh tingkat energi, motivasi dan keseluruhan perasahaan sejahtera dalam hidup.

Lemak Perut Memicu Gaya Hidup Malas.

Memang masih memungkinkan untuk tetap bugar dan gemuk, tapi kenyataan menyebutkan 80 persen orang yang kelebihan bobot dan obesitas tidaklah demikian. Mereka cenderung tidak aktif.

Data itu diungkap direktur Pusat Pencegahan dan Rehabilitasi Kardiologi di Institut Jantung Cedars-Sinai AS, Noel Bairey-Merz, MD.

Gaya hidup banyak ‘duduk manis’ kurang gerak membuat daya tahan tubuh menurun. Otot-otot menjadi lembek, jantung dan paru-paru bekerja tak maksimal dan tak mampu mengantarkan cukup darah dan oksigen ke seluruh tubuh. Saran menurut Bairey-Merz, ketimbang mengubah pola makan demi mengurangi beberapa kilogram bobot, olahraga rutin jauh lebih penting. Lakukan itu dan berat badan akan terpangkas.

Kehilangan Lemak Perut meringankan Nyeri Sendi dan Punggung.

Obesitas dan pola hidup tak aktif bisa mengarah pada nyeri punggung dan sendi parah. “Bayangkan membawa ransel berat di belakang dan membawanya ke mana-mana,” kata Katz. “Ia akan menguras energi, menyakiti punggung dan sendi. Anda akan merasa selalu lelah. Itulah dampak dari bobot ekstra.”

“Jika Anda menurunkan bobot maka nyeri akan mereda. Sangat beruntung, penurunan kecil sudah memberi manfaat besar. Hanya kehilangan setengah kilogram berat badan bisa mengurangi 2 kilo tekanan pada sendi.”

Penipisan lemak perut mencegah penyakit jantung dan diabetes.

Lemak perut ternyata adalah faktor risiko independen untuk kematian akibat penyakit jantung. Tak perlu faktor pendukung lain ia bisa memiliki dampak buruk langsung. Artinya meski sisi kesehatan lainnya baik, (tekanan darah baik, kolesterol normal dan sebagainya), lemak perut saja sudah cukup meningkatkan risiko meninggal akibat serangan jantung.

Kabar tak sedapnya, pria yang memiliki lemak perut tebal juga cenderung memiliki plak penyumbat dalam pembuluh darah arteri, mengalami peradangan, resistensi insulin, diabetes tipe 2, kadar kolesterol abnormal dan juga gangguan jantung. Menghilangkan berat badan, olahraga teratur, dan pola makan benar yang sehat bisa menyelamatkan kita dari risiko tersebut.

Yuk mulai tipiskan lemak perut

 

Sumber: Harnas.co

Reporase: share care