Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » 4 Siswa SD Lamongan Raih Juara Robotika Internasional
4 Siswa SD Lamongan Raih Juara Robotika Internasional
Empat siswa SD Muhammadiyah 1 Babat yang berprestasi di tingkat Internasional saat bertemu Bupati Lamongan H Fadeli didampingi kepala sekolah dan guru pembina, Senin (19/12/15), Surya/Hanif Manshuri

4 Siswa SD Lamongan Raih Juara Robotika Internasional

Info Lamongan – Empat SD Muhammadiyah 1 Babat mengharumkan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur di kancah International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) III di Maktab Rendah Sains Mara (MRSM) Johor Baru, Malaysia.

Dalam kompetisi yang berlangsung 24-26 Desember lalu tersebut, keempat siswa tersebut sukses  meraih medali di tiga kategori.

IISRO sendiri adalah kompetisi robot internasional untuk siswa  sekolah dasar dan menengah Islam. Ajang juga sebagai kompetisi untuk menuju partisipasi dalam kompetisi robotika tingkat dunia di Beijing.

Keberhasilan keempat siswa SD dibawah naungan Ormas terbesar kedua di Indonesia ini sebagai bentuk aktualisasinya yang rajin mengikuti ekstrakurikuler robotic.

“Lembaga pendidikan SD Muhammadiyah ini  memang memiliki ekstrakulikuler robotic yang dilaksanakan setiap seusai Shalat Jumat”ungkap Kepala Sekolah  SD Muhammadiyah 1 Babat, Kurnia Rahmawati, usai  beraudiensi dengan Bupati Fadeli di ruang kerjanya, Senin (19/1/2015)

Berbekal keyakinan dan modal selama mengikuti ekstra yang diadakan di sekolah, pihaknya  mencoba mengikutkan anak-anak di Muhammadiyah Festival on Education, Sport and Culture (ME-Confest) pada November tahun lalu.

Ternyata  para siswa ini  mampu meraih juara pertama  diantara sekitar 200an peserta.

“Sehingga kami memberanikan diri mengikutkan siswa kami di  kompetisi yang lebih tinggi di Johor Baru, Malaysia, “ katanya.

Fastabiqul Khoirots selaku guru pembina mengatakan,  saat di IISRO, keempat siswa binaanya harus berkompetisi dengan 250 peserta dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan 10 lembaga pendidikan lainnya dari Indonesia.

Kesulitan utama dalam kompetisi itu adalah dalam hal mekanikal merangkai robotnya. Kalau untuk bahasa pemrograman hanya memerlukan sedikit penyesuaian dengan lintasan lomba, karena sudah diajarkan dalam ektrakulikuler.

Dua orang siswa SD Muhammadiyah Babat dalam kompetisi itu malah sukses meraih dua medali.

Zidni Fahmi Tsiqoola, meriah juara pertama di kategori aerial robot dan juara ketiga di kategori line tracer.

Kemudian Ahmad Gulm Amrullah Rahim yang bercita-cita bisa membuat mobil listrik meriah juara kedua kategori aerial robot dan special award I kategori Line Tracer.

Sedangkan dua siswa lainnya tidak pulang dengan hampa. Karena Safaraz Rafi Kamaru Zamansyah meriah juara kedua di kategori Line Tracer dam M Fazlurrahman Al Fafa meraih special award I kategori aerial robot.

IISRO sendiri adalah kompetisi robot internasional untuk siswa sekolah dasar dan menengah Islam.

Ajang ini  juga sebagai kompetisi untuk menuju partisipasi dalam kompetisi robotika tingkat dunia di Beijing.

Ada sembilan kategori yang dilombakan. Yakni rescue, theathre, soccer dan aerial. Selanjutnya kategori lomba sumo, low cost project, line tracer, transporter dan mission challenge.

Terkait keberhasilan empat siswa binaan lembaga 12 sinar matahari (Muhammadiyah, re) ini,

Bupati Fadeli mangatakan, ia bangga siswa asal Lamongan meraih juara. Kecermelangan IQ putra – putra Lamongan selama ini telah terbukti.

“Anak-anak Lamongan memiliki potensi untuk berprestasi, tinggal bagaimana bapak ibu guru memberikan pembinaan. Seperti saat ini, sopo sing nyono (siapa yang menduga), siswa SD kita mampu menjadi juara di kompetisi robot internasional, “ tutur Fadeli.

 

 

Sumber: Surya

Hanif Manshuri