Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » Kesehatan » Cukup Tidur Kok Lelah? Mungkin Kurang Magnesium
Cukup Tidur Kok Lelah? Mungkin Kurang Magnesium
Ilustrasi - Simbol Magnesium dalam tabel periodik unsur logam (DREAMSTIME)

Cukup Tidur Kok Lelah? Mungkin Kurang Magnesium

Info Lamongan – Mendeteksi kekurangan magnesium sangatlah sulit. Karena itu para pakar menyebut zat ini memiliki sifat ‘tak terlihat bila kekurangan’.

Alasan mengapa sulit didiagnosa disebabkan kekurangan magnesium bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang hampir sama dengan penyakit-penyakit lainnya.

Dr Danine Fruge dari Florida, Amerika Serikat, mengatakan bahwa magnesium terlibat pada sekitar 300 proses biokimiawi tubuh. Zat ini mempengaruhi semua kerja penting dalam tubuh mulai dari otot, jantung, hingga hormon.

Lantas bagaimana cara mengetahui seseorang tengah mengalami kekurangan magnesium?

Ada tiga tahap dari kekurangan magnesium, dan seseorang dapat mengalami berbagai macam gejala berdasarkan tahapannya. Lelah, mual, dan nafsu makan berkurang merupakan gejala awal yang umumnya muncul.

Apabila tubuh kekurangan magnesium tingkat parah, biasanya muncul gejala meliputi keram, kesemutan, kebas, dan reaksi otot yang muncul seketika.

Hal ini karena kekurangan zat dapat mengganggu fungsi normal saraf dan otot. Pada tingkat terparah, kekurangan magnesium bisa menyebabkan detak jantung tidak normal, kejang-kejang, dan perubahan perilaku.

Fruge mengungkapkan bahwa makanan dengan pemanis buatan dan minuman bersoda perlu diwaspadai. Hal ini karena pemanis buatan dapat memicu ginjal untuk membuang magnesium dari tubuh, sedangkan soda dapat mengganggu penyerapan nutrisi.

Jika anda sering mengonsumsi kedua makanan dan minuman tersebut, kemungkinan besar anda akan kekurangan magnesium tingkat ringan.

Untuk mencegahnya, anda disarankan untuk makan makanan seperti bayam, ikan, gandum, dan kacang-kacangan. Selain itu, jika memang dibutuhkan, ada juga suplemen yang dapat dikonsumsi walaupun Frudge mengingatkan agar berhati-hati dan tidak terlalu berlebihan mengonsumsinya.

Frudge memaparkan tubuh mempunyai mekanisme untuk mencegah kelebihan dosis nutrisi yang berasal dari makanan, namun hal tersebut tidak berlaku jika diperolehnya dari suplemen. Terlalu banyak asupan magnesium juga tidak baik, dan bisa menyebabkan risiko arrhythmia pada jantung. Hal tersebut bisa menjadi fatal terutama bagi penderita diabetes.

 

 

Sumber: Harnas.co

Reportase : NHS/Health