Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » Blusukan di Lamongan, Mensos Cek Program Pusat
Blusukan di Lamongan, Mensos Cek Program Pusat
Mensos Khofifah Indar Parawansah saat berkunjung ke Lamongan dan menemui keluarga miskin, Minggu (25/1/2015)

Blusukan di Lamongan, Mensos Cek Program Pusat

Info Lamongan – Minggu pagi Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa, blusukan ke Lamongan. guna memantau langsung penerima program dari pemerintah terkait bantuan warga miskin. (25/1/2015).

Menteri Sosial RI melakukan busukan di tiga warga yang menerima kartu sangat miskin peserta program keluarga harapan di Kelurahan Sukorejo, Lamongan.

Bu Menteri mendatangi rumah penerima bantuan program keluarga harapan dengan menaiki becak dikarenakan jalan yang dilalui tidak bisa di lewati mobil. Saat blusukan di rumah Sriani (55) Khofifah memastikan bahwa keluarga ini telah menerima beras untuk masyarakat miskin (Raskin) sesuai dengan kuantitas dan harga yang ditentukan. “ Saya juga mengecek raskin, karena banyak tempat, raskin tidak seperti jumlah meskinya mereka terima.” Kata Khofifah.

“ Kwalitas beras, jumlahnya, ketepatan waktunya yang kita cek langsung dari penerima,” Lanjutnya

Selain di rumah Sriani, Khofifah juga meninjau rumah penerima kartu sangat miskin (KSM) yakni rumah zuliatin (29) seorang ibu rumah tangga beranak tiga dengan suami pekerja serabutan. Kemudian di rumah Sri Urip (34) ibu rumah tangga beranak dua belas dengan suami seorang sopir.

Dalam belusukan yang langsung turun kebawah Mensos Khofifah menemukan fakta bahwa penerima langsung bantuan dari pemerintah sudah tercover dalam program badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan. “Hampir di setiap kesempatan saya ke daerah, selalu menyempatkan datang kepada para penerima PKH. Yakni 5 persen warga Indonesia yang paling miskin. Saya ingin pastikan peserta PKH dapatkan perlindungan sosial, “ ujar Khofifah.

Khofifah menyebutkan sudah mengajukan mellaui APBN Perubahan 2015 untuk menambah anggaran keluaraga harapan sehingga yang semula menjamin pendidikan anak peserta keluarga harapan hanya sampai SMP, nantinya hingga lulus SMA. Terang Khofifah yang juga Ketua PP Muslimat NU tersebut didampingi Bupati Fadeli bersama Ketua PC Muslimat NU Lamongan Kartika Hidayati.

Selain itu khofifah juga sudah mengajukan tambahan anggaran untuk melakukan validasi data BPS sehingga program perlindungan sosial agar lebih tepat sasaran, karena data terakhir dari BPS adalah data tahun 2011, seharusnya data yang dipakai adalah data tahun 2014 Pendataan tersebut untuk 15,5 juta keluarga dan sekarang kemensos menambah 1,7 juta penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Dia berpesan kepada pemerintah daerah agar sejumlah 2.451 anak yatim penghni panti asuhan di lamongan agar didaftarkan segera untuk memiliki kartu indonesia sehat dan kartu indonesia pintar, karena pada 12 februari 2015 sudah siap daftar isian pelaksanaan angaran APBN perubahan. (Fah)

 

 

Sumber: panturajatim.com