Monday, December 11, 2017
Breaking News
Home » News » Eksplorasi Hidroponik, MI Unggulan Sabilillah Lamongan Ingin Cetak Petani Modern
Eksplorasi Hidroponik, MI Unggulan Sabilillah Lamongan Ingin Cetak Petani Modern
Kepala MIUS (tengah) dan para guru sedang memperkenalkan budidaya metode hidroponik. (Info Lamongan/Bujang)

Eksplorasi Hidroponik, MI Unggulan Sabilillah Lamongan Ingin Cetak Petani Modern

Info Lamongan - Di Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Sabilillah  Lamongan (MIUS) ada jam pelajaran khusus untuk eksplorasi, sebagaimana Visi dan Misi-nya  diantaranya adalah memanfaatkan teknologi untuk media pembelajaran. MIUS sejak didirikan mempunyai keinginan untuk menjadi Sekolah rujukan dan menjadi referensi bagi sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Lamongan.

“Untuk eksplorasi pertama ini MIUS mencoba menanam atau budidaya sayuran dengan cara hidroponik, dengan harapan bahwa yang selama ini kalau menanam tanaman hanya menggunakan media  tanah, dengan dikenalkan hidroponik para siswa jadi mengetahui bahwa media air dapat juga digunakan untuk menanam sayuran karena air tersebut telah di beri nutrisi yang di butuhkan tanaman tersebut” kata M. Kholidun, M.Pdi selaku Kepala MI Unggulan Sabilillah Lamongan (27/1).

Selama ini anak-anak kalau ditanya tidak ada yang ingin menjadi petani sukses atau pedagang sukses. rata-rata menjawab apabila ditanya ingin menjadi, Guru, Pilot, Dokter, TNI, atau bahkan Polisi. maka dari itu  MIUS mengenalkan Hidroponik kepada para siswa guna mencetak petani modern,  imbuh Kepala Sekolah tersebut.

Saat ditemui wartawan (27/1, M.Kholidun juga menyampaikan “Sesuai dengan kurikulum yang di gagas oleh pemerhati pendidikan, pendidikan itu harus membangun kearifan lokal. Menyikapi hal ini MIUS mencoba memberikan pengertian kepada siswa bahwa di  Kabupaten Lamongan sudah terkenal dan di juluki Kota Pertanian baik pertanian tambak, maupun pertanian tegalan”.

Siswa kita kenalkan pertanian modern, tidak harus ke sawah atau ke tambak, bahkan tidak perlu kotor atau tidak pakai mencangkul. Kita lihat Negara Jepang di sana kondisi tanah 80% bebatuan tetapi tanaman bisa dibudidayakan dengan menggunakan metode hidroponik ini. Akhirnya para siswa jadi mengetahui bahwa menanam itu tidak harus di tanah.(EK/BJNG)