Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » Kesehatan » Minum Kopi Hindari Risiko Kanker Kulit
Minum Kopi Hindari Risiko Kanker Kulit
(REUTERS/Carlo Allegri)

Minum Kopi Hindari Risiko Kanker Kulit

Info Lamongan – Penggemar kopi bakal makin senang dengan hasil penelitian baru-baru ini oleh Yale University dan National Cancer Institute (NCI), bahwa konsumsi kopi tiap hari bisa mengurangi kemungkinan terpapar kanker kulit ganas melanoma.

Salah satu peneliti di NCI, Erikka Loftfield menjelaskan, studi itu melibatkan 400.000 partisipan. Tingkat kemungkinan melanoma dibandingkan dengan meneliti makanan yang mereka konsumsi tiap hari.

Kesimpulannya, semakin banyak seseorang mendapat asupan kopi berkafein, semakin rendah risiko menderita melanoma.Contoh, minum empat gelas kopi dapat mengurangi risiko hingga 20%.

“Studi menunjukkan, semakin tinggi asupan kopi seseorang, dikaitkan dengan penurunan risiko melanoma,” tulis para peneliti.

Dari data UICC (the Union for International Cancer Control), negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan populasi usia lanjut yang meningkat, seperti Indonesia, kasus kanker mencapai sekitar 50-70 persen kasus kanker dunia. Dan setiap tahun meningkat. Dari 10,9 juta pada 2002 dan diperkirakan menjadi 16 juta pada 2020.

Namun Loftfield menambahkan, meski konsumsi kopi bisa mengurangi risiko melanoma, bukan berarti seseorang yang minum kopi merasa aman tak akan pernah tekena kanker kulit, lalu jadi tak peduli pada sengatan matahari (jam 10 pagi – jam 4 sore).

“Tetap saja hal paling penting yang dapat dilakukan seseorang untuk mengurangi risiko melanoma yakni mengurangi terkena sengatan matahari dan radiasi UV,” ucap Loftfield.

Setidaknya studi ini kembali memberi gambaran tentang keseimbangan hidup. Bagi beberapa orang, kopi mungkin membuka peluang gangguan pencernaan, dan ada pula pendapat bahwa kopi tak selalu menyehatkan.

Bagaimanapun kopi bukan berarti harus dihindari. Selama lima tahun terakhir, berbagai penelitian menjumpai manfaat kopi, seperti mengurangi risiko diabetes, kanker prostat tipe-2, lalu tinnitus, dan melanoma. (harnas.co)