Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » Kesehatan » Nyamuk Mutan Pembasmi DBD dan Chikungunya
Nyamuk Mutan Pembasmi DBD dan Chikungunya
Ilustrasi. (REUTERS)

Nyamuk Mutan Pembasmi DBD dan Chikungunya

Info Lamongan – Departemen Kesehatan Federal Amerika Serikat di Florida berencana melepas nyamuk mutan untuk mencegah wabah demam berdarah dan chikungunya.

Ahli biologi molekuler, Dr Christie Wilcox menjelaskan cara kerja nyamuk mutan, seperti dilansir Discover magz.

“Jadi rencananya Oxitec telah menciptakan nyamuk hasil rekayasa genetika. Cara kerjanya dengan melepas sekelompok nyamuk jantan ke alam liar. Nyamuk jantan (hasil mutasi) ini akan mencari betina, hidup bersama mereka dan menghasilkan keturunan. Namun anak-anak mereka akan mati pada tahap larva, jadi tidak bisa bertumbuh dewasa,” papar Wilcox.

“Dan idealnya kalau kita bisa melepas sekolompok nyamuk jantan hasil rekayasa genetika yang cukup ke luar sana, lalu mereka menemukan betina mereka, maka kita akan mudah membunuh sebuah generasi,” imbuhnya.

Nyamuk mutan ini telah diujicoba di Kepulauan Cayman dan Brazil.

“Di Kepulauan Cayman dan Brazil kami sudah coba, dan setidaknya 80-96 persen nyamuk di sana didatangi nyamuk mutan untuk dimusnahkan,” jelas Wilcox.

Bagaimanapun, sebuah ide yang terdengar cukup efektif ini tidak disetujui pegiat lingkungan. Dilaporkan, sebuah petisi dengan lebih dari 145.000 tanda tangan tersebar sebagai perlawanan terhadap rencana rekayasa genetika.

Menanggapi tentangan itu, Wilcox menjawab, “Saya pikir karena orang mendengar kata ‘GMO’ atau ‘genetically modified’ sehingga membuat paranoid. Kami memiliki perasaan yang sama terhadap banyaknya tanaman rekayasa genetika di sini, tapi berbeda dengan nyamuk-nyamuk mutan ini. Dasar teknologinya memang sama, toh penerapannya berbeda.”

GMO adalah istilah yang menunjuk pada hasil rekayasa genetika mahluk hidup. Berbagai industri perusahaan pangan besar — contoh ternama, Monsanto — yang mengembangkan tanaman hasil rekayasa selama puluhan tahun disinyalir telah merusak keseimbangan ekosistem.

Terancamnya kehidupan lebah, obesitas di Amerika, berbagai ancaman penyakit degeneratif, oleh pegiat lingkungan ditengarai merupakan mata rantai dari munculnya tanaman hasil mutasi. (harnas.co/Sandi Prastanto)