Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » Lamongan Ditetapkan KLB DBD
Lamongan Ditetapkan KLB DBD
Ilustrasi Gigitan Nyamuk (palingaktual.com)

Lamongan Ditetapkan KLB DBD

Info Lamongan – Tingginya angka penderita demam berdarah (DBD) sejak Januari 2015 akhirnya status Kabupaten Lamongan masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Kini tercatat 67 penderita DBD hampir menyebar di setiap kecamatan, minus Kecamatan Sukorame. Untuk mengantisipasi menyebarnya nyamuk aedes aegypty, penyebab penyakit DBD, Dinkes Lamongan telah mengupayakan penyemprotan rumah di lingkungan Kecamatan Kota Lamongan dan beberapa kecamatan lainnya.

“Ada ratusan rumah yang sudah difogging. Juga menyiapkan 300 kilogram bubuk abate,”kata Kabag Humas Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, Minggu (8/2/2015).

Dinas Kesehatan, lanjutnya, tahun ini menyiapkan anggaran untuk melakukan fpgging di 100 titik.

Selama Januari 2015 sebanyak 61 orang penderita terjangkit DBD, 49 orang diantaranya dengan status DBD dan 12 orang dengan status demam dengue (DD) dan kini bertambah menjadi 67 penderita.

Pemerintah daerah juga telah melakukan gerakan dalam penanganan DBD adalah upaya pencegahan dan kewaspadaan. Mencegah dengan cara memeperhatikan kebersihan lingkungan dan mengubur, menguras dan menutup tempat penampungan air.

Kemudian waspada dengan kondisi anggota keluarga. Yakni Jika ada anggota keluarga yang mengalami demam, akan sangat bijak untuk segera diperiksakan ke petugas kesehatan sehingga didapatkan hasil diagnosis yang tepat soal penyakitnya. Karena semakin cepat penderita DBD ditangani, maka kemungkinan sembuhnya semakin besar.

Jumlah penderita DBD pada Januari 2015 tergolong sangat tinggi jika disbanding pada bulan yang sama tahun 2014 yang hanya mencapai 29 orang. Dan selama tahun 2014, warga Lamongan yang terkena demam berdarah tercatat sebanyak 207 orang.

Dari jumlah tersebut, seorang penderita meninggal dunia, 152 orang sampai tahap DBD, 54 orang berstatus DD dan seorang lainnya terkena Sindrom Syok Dengue. (surya.co.id repotase Hanif Manshuri)