Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Pintu Stand Digembok, Ratusan Pedagang Pasar Babat Demo
Pintu Stand Digembok, Ratusan Pedagang Pasar Babat Demo
Massa PPTBB saat menggelar aksi demo di depan Mapolres Lamongan. Mereka berharap polres bisa memediasi dengan pihak investor, Kamis (26/2) (surya/Hanif Mansyuri)

Pintu Stand Digembok, Ratusan Pedagang Pasar Babat Demo

Info Lamongan – Ratusan pedagang Pasar Babat yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Tradisional Babat Bersatu (PPTBB) menggelar demo di tiga titik, Kamis (26/2/2015).

Aksi kali ini mengusung dua permasalahan. Satu diantaranya, pihak investor akan mengembok stand mereka. Lantaran para pedagang tidak segera melunasi stand yang sudah dialokasikan pihak investor, PT Karsa Bayu Bangun Perkasa.

Ratusan pedagang awalnya menuju kantor pemasaran pasar tradisional Babat di Jalan Nasional. Di depan Telkom Babat, massa terus berorasi menyampaikan tuntutannya.

“Kami sanggup membeli asal dangan cara mencicil,”ungkap Suprapto, salah satu pedagang peserta demo kepada Surya, Kamis (26/2/2015).

Di kantor pemasaran PT di lokasi Pasar Agrobis ini sejumlah perwakilan diterima Wido, bagian pemasaran. Para perwakilan ini menyampaikan keinginannya, terkait stand yang dikehendakinya.

Asalkan pedagang diberi keleluasaan boleh mengangsur.

“Kalau bayar kontan pedagang tidak mampu. Dan jika perlu harganya juga bisa diturunkan,”kata pendemo.

Massa juga minta investor tidak sewenang – wenang menggembok pintuk stand hanya karena berpedoman pada ketentuan batas akhir pembayaran lunas 8 Maret 2015 oleh pihak investor.

Pihak pemasaran tentuk tidak bisa memberikan keputusan. Karena harus konsultasi pada pihak investor. Intinya Wido menampung aspirasi itu dan tetap disampaikan pada pimpinan.

Tidak cukup puas dengan hasil pertemuan dengan pihak pemasaran yang berkantor di Pasar Agrobis Semando, massa melanjutkan aksi ke pemkab dan polres.

Dengan menumpang, 5 unit Isuzu Elf, beberapa mobil pribadi dikawal petugas Polsek Babat, massa langsung ke Kantor Pemkab Lamongan.

Sejenak setelah orasi di depan Kantor Pemkab, massa bergerak ke polres. Lagi – lagi hanya perwakilan massa yang diterima petugas polres di ruang K3I.

Ps Kabag Ops, Karminto, didampingi Kasat Intel, Kasat reskrim dan sejumlah perwira menerima massa di melakukan dialog dengan perwakilan pedagang.

Kembali massa menyampaikan keinginannya Polres bisa menjembatani dengan pihak investor agar tidak sampai ada aksi penggembokan oleh investor.

”Kami ini bersedia membeli tapi bayarnya nyicil,”kata salah satu perwakilan massa.

Intinya pedagang keberatan jika digembok jika pada dead line pembayaran. Dan meminta kelonggaran harga stand.

Untuk sementara pedagang ini masih menempati di luar pasar, yakni di lingkungan penduduk, tepatnya di Jalan Kartini, KH Dahlan dan Pendidikan.

Kompol Karminta berjanji untuk menjembatani antara pedagang dengan investor dan segera mengkomunikasikannya.

”Ya nanti kita akan mengundang pihak investor,”katanya.

Massa bergerak ke Kejari di Jalan Veteran. Di tempat ini perwakilan meminta Kejari menuntaskan semua dugaan kasus korupsi di Lamongan. Hingga berita ini dikirim massa masih bertahan di Kejari. (sumber: surya.co.id repotase Hanif Manshuri)