Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » Pengedar Sabu Antar Kabupaten Tertangkap Di Lamongan
Pengedar Sabu Antar Kabupaten Tertangkap Di Lamongan
Ilustrasi

Pengedar Sabu Antar Kabupaten Tertangkap Di Lamongan

Info Lamongan – Peredaran sabu-sabu di Lamongan seolah tidak terbendung lagi. Kini anggota reskoba
Polres Lamongan kembali mengamankan perempuan belia, Wahyu Kristianingsih (22) di Warung Maunen Desa Dradah, Kecamatan Kedungpring, Selasa (3/3/2015).

Si pengedar ini bukan warga Lamongan, ia warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro yang sengaja
melintas ke wilayah perbatasan Lamongan untuk menjajakan barang haram itu.

Keberadaan perempuan ini diendus warga karena gelagatnya mencurigakan. Apalagi ia juga diketahui bukanlah seorang pekerja seks komersial (PSK).

Usut punya usut, Wahyu Kristianingsih ini sudah beberapa kali bertemu dengan laki-laki konsumennya.

Kedatangan ‘para tamu’ tersangka bukan mengajak pelaku untuk keluar kencan. Namun setelah beberapa saat ketemu, lalu meninggalkan tersangka.

Gelagat itulah yang memicu penasaran masyarakat pengunjung warung. Peta kondisi ini kemudian dilaporkan ke anggota Sat Reskoba. Kanit 1, Ipda M Lukman Hadi bersama dua anggotanya, Brigadir Andri Agus C dan Brigadir Anang Yazid Royan bergerak ke TKP.

Tersangka tidak tahu jika tiga orang laki-laki berpakaian preman yang berkunjung ke warung itu adalah anggota reskoba.

Tidak ingin kehilangan momen atas laporan masyarakat, petugas langsung menginterograsi tersangka, seputar kehadirannya di warung.

Jawaban tersangka banyak yang ganjil dan polisi meyakini dialah perempuan yang dimaksud dalam laporan masyarakat.

Petugas kemudian menggeledahnya, dan di saku celana bagian kiri, didapati barang bukti berupa dua paket sabu-sabu, dan 1 buah HP.

Tersangka tidak langsung dibawa ke polres. Wahyu Kristianingsih mengaku kristal putih itu didapatkan dari seorang pemasok bernama, Moh Sutawar (48) Desa Losarirowo Kecamatan Ploso Jombang.

Pelaku langsung diarahkan ke Jombang untuk menunjukkan rumah pemasoknya. Moh Sutawar pun berhasil diamankan saat sedang santai di rumahnya. Kini kedua tersangka dijebloskan ke dalam tahanan polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka asal Bojonegoro mengaku selain pengedar, ia juga pengguna.

“Mereka terancam hukum penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” kata Kasat Reskoba AKP M Andi Lilik didampingi Paur Hummas, Ipda Raksan. (sumber: surya.co.id)