Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Tiga ABG Lapor Jadi Korban Penipuan, Setelah Gagal Jadi Polisi
Tiga ABG Lapor Jadi Korban Penipuan, Setelah Gagal Jadi Polisi
Ilustrasi (nasional.republika.co.id)

Tiga ABG Lapor Jadi Korban Penipuan, Setelah Gagal Jadi Polisi

Info Lamongan – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang pas bagi 3 ABG Lamongan ini. Sudah gagal mewujudkan cita-citanya menjadi polisi, mereka harus rela kehilangan uang tunai ratusan juta.

Informasi yang dihimpun detikcom di Mapolres Lamongan menyebutkan, 3 ABG Lamongan yang terpaksa gigit jari yakni Muhammad Abdul Aziz (18), Andreas Adi Purnomo (18) dan Aga Setiawan (19), warga Desa Sukosari, Kecamatan Mantup. Bukannya menjadi polisi, mereka kehilangan uang dan gagal menjadi polisi.

Awalnya ke-3 ABG ini berkenalan dengan Sugeng Wibowo (37) warga asal Jl. Karang Duren Gang V Kecamatan Pakis Aji, Malang. Mereka dikenalkan Supono (37), asal Desa Sumberagung, Kecamatan Mantup.

Dalam perkenalan ini, pelaku mengaku kedatangannya ke wilayah Mantup untuk mencari pemuda desa untuk direkrut sebagai polisi. Melihat tawaran dari pelaku, ke 3 korban tertarik. Apalagi dengan janji dari pelaku yang akan meloloskan dalam rekrutmen kepolisian.

“Katanya dia bisa membantu mewujudkan cita-cita saya untuk menjadi anggota polisi dengan imbalan sejumlah uang,” kata Aziz, salah seorang korban di Mapolres Lamongan, Rabu (11/3/2015).

Untuk memuluskan keinginan menjadi polisi ini, lanjut Aziz, pelaku meminta sejumlah uang pada masing-masing korban hingga ratusan juta rupiah. Aziz menuturkan, dirinya dimintai uang sejumlah Rp 130 juta, temannya Adi Purnomo sebesar Rp 149 juta dan Aga Setiawan sebesar Rp 165 juta.

“Uang sudah kadung kami berikan, tapi ternyata janji untuk menjadi anggota polisi itu gagal dan uang kami pun hilang,” jelasnya.

Merasa menjadi korban penipuan, ke 3 ABG ini melaporkan apa yang mereka alami ke Mapolres Lamongan.

Sementara, Paur Subbag Humas, Ipda Raksan yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penipuan ini. “Kasusnya tengah ditangani penyidik,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat waspada terhadap praktek percaloan rekrutmen penerimaan polri. Raksan meminta agar masyarakat mengecek informasi rektuitmen semacam ini ke markas polisi terdekat. “Sebaiknya tanya ke polsek-polsek terdekat,” tandasnya. (sumber: detiknews.com repotase Eko Sujarwo)