Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Takut Dikaitkan Isu ISIS, 80 Warga Lamongan Batalkan Umrah Gratis
Takut Dikaitkan Isu ISIS, 80 Warga Lamongan Batalkan Umrah Gratis
Ilustrasi Umroh

Takut Dikaitkan Isu ISIS, 80 Warga Lamongan Batalkan Umrah Gratis

Info Lamongan – Sekitar 80 orang warga Desa Tunjungmekar, Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah dan Desa Mayong kecamatan Karangbinangun, membatalkan program umrah “gratis”, kendati mereka sebenarnya rata-rata sudah mengeluarkan biaya rata-rata Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per orang, Jumat (27/3).
Salah satu keluarga jamaah umrah batal yang enggan namanya disebut, mengatakan ada ketakutan program ini disalahgunakan dan jadi modus rekrutmen ISIS karena tidak dikenakan biaya semestinya. “Semula memang kami percaya sampai-sampai sudah membayar kepada koordinator,” ungkapnya.
Namun dari keterangan awal, ketertarikan warga karena biaya utama ditanggung pemilik sebuah perusahaan di Surabaya yang pengakuannya adalah seorang mualaf. Informasi ini dibawa warga Kalitengah berinisial DD yang jadi koordinator dan kebetulan juga bekerja di perusahaan itu sejak sebulan lalu.
Maraknya pemberitaan soal ISIS menjadi alasan warga membatalkan umrah gratis. Sementara warga minta dana yang sudah dibayarkan untuk dikembalikan, tertuama tertuju kepada DD. Warga yang ikut program ini didominasi asal Dusun Lembungkidul Desa Tunjungmekar.
Seorang keluarga korban yang ditemui Berita Metro, mengungkapkan keluarganya ada sebanyak 25 orang yang ikut. “Paman saya ada yang jadi koordinator juga mau memberangkatkan 5 anggota keluarga dan sudah membayar semua. Tapi mengurungkannya karena takut jadi tumbal dan hendak dibawa ke Suriah untuk bergabung ISIS,” ungkapnya.
Kades Tunjungmekar, Suparlan saat dikonfirmasimembenarkan sekitar 60 warganya hendak ikut umrah gratis. Namun ia belum tahu pasti apakah mereka membatalkan rencananya atau tidak. “Saya yo ndak etis mau tanya soal orang mau ibadah umrah. Jadi belum tahu mereka membatalkan atau tidak,” terangnya.
Menanggapi kabar ini, Kepala Kesbangpol Lamongan, Sujito langsung memerintahkan Camat dan Sekcam Kalitengah untuk segera melakukan pendataan. Dia bahkan menyayangkan tidak adanya laporan dari kecamatan. “Saya bahkan barusan marahi sekcam Kalitengah dan perintahkan turun ke lapangan,” katanya ketika dikonfirmasi Berita Metro petang kemarin. (han/zen/epe) (sumber:beritametro.co.id)