Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » Kesehatan » BPOM: Parfum Isi Ulang Bisa Timbulkan Kebutaan
BPOM: Parfum Isi Ulang Bisa Timbulkan Kebutaan
Ilustrasi. (youqueen.com)

BPOM: Parfum Isi Ulang Bisa Timbulkan Kebutaan

Info Lamongan – Parfum isi ulang disinyalir berbahaya bagi kesehatan karena mengandung metanol. Demikian pernyataan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku setelah menelisik sejumlah toko parfum isi ulang di Ambon.

“Parfum isi ulang yang banyak beredar di masyarakat mengandung bahan metanol yang berbahaya bagi kesehatan, karena jika disemprotkan mengarah ke penglihatan akan berdampak pada kebutaan,” kata Kepala BPOM Maluku, Sandra Linthin, Senin (6/4).

Pihak BPOM menemukan pedagang-pedagang yang menggunakan bahan metanol tanpa dicampur etanol.

“Hal ini jelas berbahaya bagi kesehatan, sehingga perlu dilakukan pembinaan bagi para pedagang serta sosialisasi bagi masyarakat,” ucap Sandra.

Selain parfum isi ulang, pihak BPOM juga fokus mengawasi produk kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan, karena karena saat ini banyak beredar produk kosmetik ilegal di Kota Ambon.

“Produk kosmetik berbahaya banyak dijual belikan di lapak, maupun toko kosmetik di pasar, umumnya produknya yang dijual telah kadaluarsa atau melewati batas waktu pemakaian,” imbuhnya.

Mengatasi masalah ini, BPOM akan segera melakukan razia produk kosmetik berbahaya untuk dilakukan uji sampel bahkan hingga tahapan penyitaan dan pemusnahan.

“Hal ini rutin dilakukan agar ada efek jera bagi para pedagang,kami juga berharap ada perhatian yang baik dari masyarakat saat akan membeli kosmetik yakni memperhatikan batas pemakaian dan bahaya yang dapat ditimbulkan,” tandas Sandra lebih lanjut.

BPOM juga akan fokus melakukan pembinaan kepada pelaku-pelaku usaha agar lebih bijaksana dalam menjual produk kosmetik kepada masyarakat.

“Para penjual dan pembeli saling membutuhkan, karena itu harus ada pemahaman yang baik bagi para penjual, ketika barang yang sudah kadaluarsa tidak boleh dijual lagi atau barang yang punya masa berlakunya sudah habis karena itu sangat membahayakan pembeli,” pungkasnya. (sumber: harnas.co repotase Antara)