Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » IMM Lamongan Tuntut Jokowi Mundur Jadi Presiden
IMM Lamongan Tuntut Jokowi Mundur Jadi Presiden
Massa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah saat demo dari Jl Jaksa Agung Suprapto, Jl Lamongrejo, Jl KH Dahlan dan berakhir di depan Kantor Pemkab. Mereka menyuarakan berbagai tuntutannya terkait Presiden Jokowi yang dinilai tidak becus mengatur pemerintahan dan negara, Senin (6/4)

IMM Lamongan Tuntut Jokowi Mundur Jadi Presiden

Puluhan mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang dan Komisariat melakukan aksi demo meminta Presiden Jokowidodo turun dari jabatanya, Senin (6/4/2015).

“Jokowi harus turun sebagai presiden karena tidak pecus mengatur pemerintahan dan ekonomi negara,” tegas Koordinator aksi, Muhajir dalam orasinya di depan Kantor Pemkab.

Kebijakan Jokowi terkait Bahan Bakar Minyak (BBM), yang mengikuti mekanisme pasar, tegasnya, merupakan bentuk dari ekonomi liberal yang tidak lagi berpihak pada rakyat kecil
karena harga BBM tidak menentu.

“Kebijakan pemerintah sekarang ini justru membuat bingung rakyatnya,”ungkapnya.

Sepanjang perjalanan dari Jalan Raya Nasional hingga Kantor Pemkab, massa meneriakkan tuntutannya agar Jokowi turun dari jabatannya. Massa menilai sejak Jokowi naik tahta jadi presiden, masyarakat belum pernah mendapat manfaat apapun, meskipun sang presiden bernjanji akan mensejahterakan rakyatnya dengan membangun infrastruktur besar – besaran.

Masa panen yang seharusnya menjadi hari menggembirakan, berbalik gelisah karena harga hasil panen terus menerus merosot.

Dengan menenteng puluhan karton rentang, massa juga menyatakan sikap, menolak kenaikan harga bahan pokok, minta Jokowi segera menyelesaikan konflik antar aparat
penegak hukum, cabut kebijakan BBM berdasarkan mekanisme pasar. Massa juga menyingg dan kembalikan subsidi untuk rakyat. Dan mengeluarkan kebijakan konkrit di bidang maritim yang berpihak pada rakyat.

“Selesaikan segera persoalan antara polri dan KPK dibalik pemerintahan Jokowin,”tandasnya. Massa bergerak dari sepanjang Jalan Lamongrejo, Jl KH Dahlan dan sesekali berhenti di pertigaan jalan yang berakibat mengganggu para pengguna jalan. Massa yang mengakhiri aksinya di depan Kantor Pemkab Lamongan ditemui Asisten 1 Achmad Farikh dan membubarkan diri kembali ke markasnya.