Monday, December 11, 2017
Breaking News
Home » News » Mengurus KTP Di Lamongan Susah Dan Tidak Gratis
Mengurus KTP Di Lamongan Susah Dan Tidak Gratis
Perekaman e-KTP di Kabupeten Lamongan.(tribunnews.com)

Mengurus KTP Di Lamongan Susah Dan Tidak Gratis

Info Lamongan – Pelayanan dokumen kependudukan di Kabupaten Lamongan tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan yang mengamanatkan bahwa seluruh proses pelayanan tak dipungut biaya alias gratis.

Hal itu terungkap dalam pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dan Kecamatan yang masih memungut biaya kepada masyarakat.

Beberapa sumber lensaindonesia.com menyebutkkan, pelayanan e-KTP masih ditarik biaya Rp 5 ribu rupiah. Umumnya, para pemohon KTP tidak mengeluhkan besarnya rupiah yang diminta oleh oknum Dispendukcapil dan Kecamatan tersebut.

Kendati begitu, tidak sedikit warga yang “melek’ informasi menggerutu karena praktik pungutan liar (pungli) pelayanan dokumen kependudukan seperti akte kelahiran, kartu tanda penduduk, dan kartu keluarga menjadi budaya meski hal itu secara tegas dilarang dalam UU yang sudah diberlakukan.

“Tiga kali saya bolak-balik Sambeng-Lamongan karena antrain panjang saat mengurus KTP. Katanya gratis tapi saat mengambil saya masih diminta biaya administrasi oleh petugas yang melayani sebesar Rp 5 ribu,” ungkap pria yang mengaku bernama Romi (34).

Hal yang sama juga dialmi, Ita zumaroh (21). Ia mengaku diminta membayar biaya administrasi secara suka rela saat mengajukan berkas permohonan KTP di Kecamatan Mantup.

Ita menceritakan, setelah proses di kecamatan selesai, ia diminta melakukan rekam e-KTP di Dispendukcapil.

Saat tiba di loket Dispendukcapil, dirinya mendapati antrian pemohon dokumen kependudukan yang cukup berjubal. “Capek nunggunya, kan pelayanan satu pintu,” ujar Ita yang mengatakan saat mengantri sambil menggendong bayinya.

Setelanjutnya, oleh petugas Ita diminta kembali seminggu kemudian untuk mengambil e-KTP.

Selang seminggu kemudian, ia kembali ke kantor Dispendukcapil, tapi sialnya, seorang petugas bilang KTP belum jadi karna peralatanya gangguan.

“Ketika itu saya diminta kembali lagi semingu kemudian. Saya nurut saja. Ketika KTP sudah jadi saya ditarik biaya Rp 5 ribu. Katanya mengurus KTP sehari jadi, gratis, buktinya tetap saja molor dan bayar,” keluhnya.@tarno. (sumber: lensaindonesia.com)