Monday, December 11, 2017
Breaking News
Home » News » PLTSa Lamongan seharga Rp 1,6 miliar mangkrak!
PLTSa Lamongan seharga Rp 1,6 miliar mangkrak!
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan dibiarkan mangkrak.( Ali Muhtar-lensaindonesia.com)

PLTSa Lamongan seharga Rp 1,6 miliar mangkrak!

Info Lamongan – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Kabupaten Lamongan yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung hingga kini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena mangkrak tidak dipakai.

Padahal, untuk membangun PLTSa telah diresmikan Deputi Persampahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sudirman pada 24 Maret lalu ini dibutuhkan dana APBD 2014 Rp 1,6 miliar.

Sesusi perencanaan, PLTSa dirancang untuk menghasilkan listrik 30.000 watt yang beroperasi selama 8 jam per hari. Untuk sekali beroperasi memerlukan sebanyak 16-20 m3 sampah plastik.

Proyek PLTSa ini merupakan terobosan Bupati H Fadeli ini merupakan langkah menjadikan Lamongan sebagai kota ramah lingkungan (green city).

Berdasarkan pantauan wartawan lensaindonesia.com, usai diresmikan sampai saat ini lokasi PLTSa ditutup dan tidak ada aktivitas apapun, sehingga tidak ada manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat sekitar lokasi.

“Jangankan listrik yang kita bisa manfaatkan, lha yang jaga saja tidak ada kok. Ya tempatnya terkunci begitu,” ujar Taji, salah seorang warga setempat, Jumat (22/05/2015).

Ia mengakatan, bila saja PLTSa tersebut bisa digunakan dan bermaanfaat untuk mayarakat sekitar TPA tentu akan sangat menggembirakan. Namun kenyataan tidak demikian. Sebab pembangit dan bangunan seharga miliaran rupiah tersebut tidak memiliki fungsi apa-apa.

“Biaya mahal tapi nggak terpakai. Kalau tidak ada manfaatnya, buat apa ada PLTSa. Ini kan namanya akal-akalan pejabat yang sekedar mencari nama,” ujarnya.

Meski begitu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lamongan Sukiman, beberapa waktu lalu mengatakan, PLTSa akan menghasilkan listrik dan bisa berguna untuk warga sekitar lokasi.@alimuhtar (sumber: lensaindonesia.com)

  • Korupsi Listrik Sampah Di Lamongan ?
    ———-》
    Kejaksaan juga harus Lidik/Sidik proses pelelangan PLTSa Lamongan tersebut. Termasuk sumber dananya bagaimana ? Perusahaannya valid apa tidak ?
    Periksa semua stakeholder yg terlibat dalam proyek ini. Ada keterlibatan pemerintah pusat (KLHK) atau tidak. Kejaksaan harus tuntaskan, terlalu banyak permainan licik dipersampahan. Mereka merasa tidak ada yg memahami permainan di sektor sampah ini.

    Diiduga Proyek PLTSa ini abal2 dengan anggaran minim tersebut. Proyek spekulasi saja, untuk menghabiskan APBD. Ujungnya proyek ini pasti mangkrak (jadi besi tua), ini kelakuan SKPD (DLHK) Kab/Kota hampir terjadi seluruh Indonesia dalam hal persampahan.

    #TangkapPencuriUangRakyat