Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Setelah Hajar Wartawan, Lima Polisi Balik dihajar Komandannya
Setelah Hajar Wartawan, Lima Polisi Balik dihajar Komandannya
Sanksi dengan dijemur diberikan kepada lima polisi penganiaya wartawan di halaman Mapolres Lamongan (Foto: Imron Rosidi/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Setelah Hajar Wartawan, Lima Polisi Balik dihajar Komandannya

Info Lamongan – Tindak kekerasan yang dialami wartawan yang dilakukan oleh oknum petugas kepolisian sepertinya sering kali terulang. Tak jelas apa yang melatarbelakangi sehingga para pewarta kadang mengalami tindak perbuatan yang tidak manusiawi oleh para abdi hukum yang mestinya bertindak berdasarkan hukum.

Demikianlah yang terjadi dengan Faisal Ahmad, seorang jurnalis Lamongan, menjadi korban penganiayaan oleh oknum petugas kepolisian ketika sedang meliput konser dan terjadi kericuhan dalam konser tersebut.

Kasus itu kemudian ditindaklanjuti aksi solidaritas para jurnalis di Lamongan yang berunjuk rasa ke mapolres. Sukurlah jajaran pimpinan polres Lamongan bertindak cepat. Lima polisi yang terbukti bertindak anarkistis terhadap wartawan kemudian mendapat sanksi tegas.

Ke lima polisi tersebut diberi sanksi dijemur di bawah terik matahari di halaman Mapolres Lamongan, Kamis (28/5/2015), seperti dilansir dari pojoksatu.id. Bukan hanya itu, lima bintara tersebut diminta berjalan merangkak dan bergulingan. Lalu, mereka disuruh untuk melakukan hormat bendera selama 20 menit. Semua dilakukan dengan sigap di tengah terik matahari.

Lima anggota satuan sabhara tersebut berpangkat brigadir dua (bripda) berinisial SD, SN, AD, MA, dan DC dijatuhkan sanksi oleh atasan terkait dengan tindakan mereka yang telah menganiaya seorang jurnalis saat meliput konser di Alun-Alun Lamongan pada Sabtu (23/5/2015).

’’Mereka terbukti telah melanggar SOP (standard operating procedure) yang ditetapkan,’’ tegas Kanitpropam Polres Lamongan Iptu Suto, Kamis (28/5/2015).

Sebelum menjatuhkan sanksi, Polres Lamongan melakukan penyelidikan. Hasilnya, lima anggota satsabhara itu dinyatakan terlibat pengamanan saat konser musik Republik Band.

Kapolres Lamongan AKBP Trisno Rahmadi menegaskan, pihaknya mengusut pelaku dan memberikan sanksi agar ke depan insiden tersebut tidak terulang lagi. ’’Ini tanggung jawab saya. Secara pribadi dan kesatuan, saya meminta maaf atas kejadian itu. Tapi, tidak ada unsur kesengajaan dalam semua insiden tersebut,’’ tuturnya.

Semoga kejadian seperti ini kedepan tidak lagi terulang, dan patut diberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan polres Lamongan yang bertindak cepat atas peristiwa tersebut. (sumber : riauposting.com)