Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Tunggu Rekom DPP, Sinyal Tinggalkan Fadeli
Tunggu Rekom DPP, Sinyal Tinggalkan Fadeli
kedatangan fungsionaris DPP Demokrat dan Amar Syaifudin dari PAN, menguatkan sinyal Pilbup 2015. (beritametro.com)

Tunggu Rekom DPP, Sinyal Tinggalkan Fadeli

Info Lamongan – Membuka pintu komunikasi dengan partai politik yang mempunyai kursi di legislatif, terus digencarkan kandidat calon bupati (cabup) Suhandoyo. Sinyal penting sudah ditunjukkan DPD PAN Lamongan yang punya 6 wakil di DPRD hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014.
Sesuai aturan, PAN tidak bisa mengusung calon sendiri kecuali membuka pintu koalisi dengan partai lain. Peluang itu yang akan dicoba untuk menghindari hanya jadi penonton di pesta demokrasi lima tahunan yang bakal digelar 9 Desember 2015.
Strateginya adalah menyodorkan nama kader terbaiknya menjadi cabup atau cawabup. Dua kader PAN, H Husnul Aqib dan Amar Saifudin bahkan sudah meramaikan pendaftaran bakal calon bersama 4 non kader, seperti Suhandoyo, Nursalim, Fadeli (incumbent) serta Kartika Hidayati. Namun hanya Kartika dan Amar yang terang-terangan mengincar kursi bacawabup di batas terakhir pengembalian formulir (1/6) ke DPD PAN Lamongan.
Menariknya, Suhandoyo dan Amar mengembalikan formulir secara bersamaan. Momen itu yang mencuatkan prediksi jika keduanya pantas disandingkan di Pilbup nanti. Padahal Suhandoyo sudah gencar mencanangkan akan menggandeng Abdul Ghofur dari PKB dengan hastag SURGO.
Langkah politis ini sepertinya antisipasi jika rekomendasi dari masing-masing DPP tidak diterima. Jika itu terjadi, peluang besar bagi Amar untuk mengambil alih posisi Abdul Ghofur. Apalagi jika ditambah 8 kursi PDIP, koalisi ini sudah bisa mengusung calon sendiri. “Semuanya kan bisa kita bicarakan bersama. Terkait SURGO lihat aja gambar di lapangan. Semuanya tergantung partai apakah bersama SURGO atau Amar. Tergantung rakyat,” terang legislator DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan ini, Selasa (2/6).
Terkait kesempatan ini, secara terpisah, Amar menegaskan maju sebagai bacawabup dengan pertimbangan kondisi riil massa PAN di Lamongan. Karena tidak memungkinkan maju sebagai cabup, kursi kedua pun jadi incaran dan tidak mempermasalahkan berpasangan dengan kandidat lainnya asal bukan incumbent.

“Cukup sekali ini saja (jadi wakil bupati Fadeli). Takkan terulang lagi, masih banyak janji saya waktu kampanye yang belum terealisasi akibat kondisi saya sekarang ini,” jelasnya.
Amar bahkan berani mengkritik banyaknya sisa persoalan selama kepemimpinan Fadeli. Dari infrastruktur sampai kinerja birokrasi. Terakhir Amar bahkan menyebut anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang terancam sia-sia lantaran tidak berfungsi.
“Koleksi piala jangan jadi parameter keberhasilan pembangunan. Jangan-jangan nanti ada museum piala,” sindirnya.
Ketua DPD PAN Lamongan, Husnul Aqib yang juga memburu rekomendasi bacabup, Husnul Aqib, menjelaskan semua pendaftar akan dimintakan rekom ke DPP yang menentukan kebijakan apakah sistem paket atau per person. “Itu kebijakan DPP apakah paket atau tidak. Tugas kami hanya melakukan pendaftaran bacabup-bacawabup,” sebut Aqib.
Kendati Aqib melontarkan pesan seperti itu, tak menyurutkan Suhandoyo untuk terus bergerilya dukungan. Bersama Abdul Ghofur, Suhandoyo bahkan kembali bertemu dengan Amar ketika peresmian Suhandoyo Sport Centre di Rumah Makan Aqilah Lamongan kemarin. Bahkan dalam kesempatan itu, juga hadir fungsionaris DPP Partai Demokrat, Hendra Suardhana.
Pertemuan penting ini kian menguatkan statemen Suhandoyo beberapa waktu lalu yang akan membuka komunikasi sekaligus menggalang dukungan dari PAN maupun Demokrat. Kendati masih menunggu keputusan dalam rekom masing-masing DPP, pertemuan itu bisa jadi representasi sikap PAN dan Demokrat untuk meninggalkan incumbent dan memberikan dukungan kepada Suhandoyo. (nun/han/zen/epe). (Sumber: beritametro.co.id)