Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Polisi Bakal Periksa Mantan Wakil Bupati Lamongan Amar Syaifudin
Polisi Bakal Periksa Mantan Wakil Bupati Lamongan Amar Syaifudin
Ilustrasi

Polisi Bakal Periksa Mantan Wakil Bupati Lamongan Amar Syaifudin

Info Lamongan – Petugas Polresta Kediri, Jawa Timur, bakal memeriksa mantan Wakil Bupati Lamongan Amar Syaifudin terkait kasus perusakan serta pengeroyokan saat Musyawarah Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) pada Selasa lalu.

“Kami sudah menerima dan memeriksa sejumlah saksi. Nanti ada tahap berikutnya lagi (pemeriksaan saksi serta terlapor),” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, panitia Muswil DPW PAN Jatim sudah melaporkan kejadian tersebut. Akibat kejadian itu sejumlah perlengkapan rusak, seperti papan tulis, kotak suara, serta kursi. Diperkirakan, nilai kerugian mencapai Rp25 juta.

Insiden itu sendiri berlangsung saat panitia melakukan penghitungan suara. Secara tiba-tiba, Amar yang juga mantan Wakil Bupati Lamongan dengan sejumlah rekannya datang ke lokasi penghitungan.

Mereka tidak terima dengan proses musyawarah, lalu mengeroyok dan menginjak panitia kegiatan yang bernama Slamet Riadi.

Kondisi itu membuat kegiatan penghitungan suara sempat dihentikan. Polisi pun juga turun tangan mengamankan agar tidak terjadi kerusuhan. Insiden itu akhirnya dilaporkan resmi ke polisi.

Kegiatan muswil juga sempat terhenti, termasuk saat penghitungan suara. Hal itu dilakukan, karena proses penghitungan yang sempat kacau dengan insiden tersebut. Panitia memutuskan untuk melakukan penghitungan suara ulang.

Dari hasil penghitungan ulang saat muswil itu, terdapat empat nama yang mendapatkan perolehan besar. Mereka adalah Kuswiyanto dengan perolehan 386 suara, Suli Daim 379 suara, Malik Effendi dengan 378 suara, dan Taufik Gani dengan 369 suara.

Empat nama yang menjadi tim formatur tersebut nanti merumuskan struktur kepengurusan di tubuh DPW PAN Jatim. Dalam muswil tersebut hanya memutuskan tim formatur, dan bukan ketua umum.

Suasana ketegangan sebenarnya sudah terjadi sejak muswil tersebut dibuka oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Sejumlah peserta juga berteriak-teriak nama calon yang mereka unggulkan memimpin DPW PAN Jatim. Dalam muswil itu, terdapat dua nama yang diunggulkan, yaitu Kuswiyanto serta Masfuk. (okezone.com)