Wednesday, September 20, 2017
Breaking News
Home » News » Pelaku Pencurian Tas di Lamongan Berhasil Dibekuk Massa
Pelaku Pencurian Tas di Lamongan Berhasil Dibekuk Massa
Ilustrasi (surya.co.id)

Pelaku Pencurian Tas di Lamongan Berhasil Dibekuk Massa

Kebutuhan hidup yang saling meningkat membuat semua orang memhalalkan segala cara demi mendapatkan uang. Seorang pelaku pencurian tas milik Nursiyadi Eko Raharjo (45), warga Desa Watangpanjang Kecamatan Karangbinangun Lamongan, ketiban sial karana tertangkap warga Desa Windu Kecamatan Karangbinangun Lamongan, Selasa (15/9).

Kejadian tersebut bermula sekitar pukul 14.00,karyawan PT. Indomarco mengangkat barang untuk dibawa masuk kedalam toko, dan pemilik toko melihat seseorang mengambil tas dari dalam mobil box PT. Indomarco dan menyampaikannya kebada karyawan PT. Indomarco tsb. Tas Tersebut berisi Uang tagihan sebesar Rp 5.039.000, di kabin mobil box tersebut tepatnya di jok tengah dan pintu hanya ditutup namun tidak terkunci. Korban segera kembali lagi kemobil dan melihat pelaku  yang menaiki sepeda motor Yamaha Mio Soul dengan Nomor Polisi AG 4613 ID memacu kendaraannya dengan kencang. Melihat hal tersebut korban segera meminjam sepeda motor seorang pembeli dan mengejar pelaku.
Pelaku mencoba melarikan diri dan masuk kedesa Windu. Didesa Windu pelaku sempat terjatuh karena jalan yang pelaku lewati ternyata adalah gang buntu dan menabrak salah satu warga desa Windu, namun pelaku sempat berusa untuk melarikan diri lagi namun seseorang yang telah ditabrak pelaku melemparan balok kayu dan mengenai sepeda sang pelaku, dan terjatuhlah sang pelaku tersebut. Pelaku sangat kebingungan karena karyawan PT. Indomarco yang mengikutinya berteriak dengan kencang, hingga seluruh warga desa Windu berkerumun datang dan membawa korban kekantor desa.
Sementara itu, Paur Kasubbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan membenarkan adanya kejadian tersebut dan saat ini pelaku sedang menjalani proses pemeriksaan di Polsek Karangbinangun.
“Saat ini pelaku masih jalani pemeriksaan di polsek untuk dikembangkan kasusnya,” terang Ipda Raksan, Rabu (16/9). (DR)