Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Gus Ipul Pantau Langsung Banjir Lamongan
Gus Ipul Pantau Langsung Banjir Lamongan
Gus Ipul memantau Korban Banjir di Lamongan. (news.detik.com/Eko Sudjarwo)

Gus Ipul Pantau Langsung Banjir Lamongan

InfoLamongan – Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meninjau lokasi banjir di sejumlah titik di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan yang terendam air hingga 50 centimeter akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.

“Kami ingin memastikan kondisi warga yang rumahnya terendam banjir, sekaligus mengecek personel di lapangan,” ujar Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf di sela peninjauan lokasi banjir di Jalan Gotong Royong Babat Lamongan, Senin (7/3) kemarin.

Menurut Gus Ipul, ada beberapa faktor yang mengakibatkan air hujan tidak mengalir hingga menyebabkan banjir. Di antaranya, volume air dari Kali Tonang penuh ditambah tingginya curah hujan dan tidak berfungsinya rawa.

“Aliran air yang seharusnya mengalir ke Kali Tonang kemudian masuk ke Semando sebelum ke Bengawan Solo, dan itu jaraknya 1,4 kilometer. Istilahnya air antre untuk mengalir karena penuh,” dalih mantan menteri percepatan daerah tertinggal ini.

Di dampingi Bupati Lamongan Fadeli dan Wakil Bupati Kartika Hidayati, serta kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi yang terkait, orang nomor dua di Pemprov Jatim itu juga meninjau sejumlah tempat, termasuk sekolah di sekitar lokasi banjir.

Tidak itu saja, Gus Ipul juga meninjau banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut di Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) Babat dan kantor PLN Area Pelayanan dan Jaringan Babat. “Langkah awal penanganan, pemprov Jatim mengirim pompa air dibantu pompa air milik Pemkab Lamongan untuk menyedot air agar banjir cepat surut,” imbuh Gus Ipul.

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli menambahkan bahwa pemanfaatan pompa air menjadi salah satu cara utama yang bisa dilakukan untuk mengurangi debit air yang tergenang dan membuat sudetan di beberapa titik agar aliran air ke sungai lancar.

“Sebenarnya pompa banjir sangat berguna, tapi karena hujan dengan curah hujan terus-menerus terjadi maka air masih susah surut,” dalihnya.

Selain pompa air, kata Fadeli, pihaknya juga sudah menyiapkan enam posko meliputi Banaran, Bedahan, Babat, Plaosan, Sogo dan Sumurgenuk untuk membantu warga korban banjir yang lengkap dengan tim medis dan tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. “Kami sudah siapkan enam posko di enam titik yang siap melayani warga selama 24 jam,” bebernya.

Di dalam setiap posko juga disediakan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama paket sembilan bahan pokok (sembako). “Stok untuk di posko yang disiapkan 600 paket sembako ditambah 38,7 ton beras atau 4 ons per jiwa. Obat-obatan juga tersedia,” tambah Fadeli.

Kendati disiapkan posko, namun tidak ada satupun warga yang mengungsi karena mereka lebih memilih tetap tinggal di dalam rumah atau mengungsi ke rumah kerabatnya yang tidak terdampak banjir.

“Rumah warga yang terendam banjir tercatat sekitar 3.200 unit. Rincianya di Kelurahan Babat 2.000 rumah, Kelurahan Banaran 500 rumah, Desa Bedahan 400 rumah dan Desa Sogo 200 rumah,” tambah Wabub Lamongan Kartika Hidayati.

Mantan anggota DPRD Jatim itu menjelaskan bahwa    banjir yang melanda sejumlah titik di Lamongan terjadi sejak 26 Februari 2016 karena curah hujan tinggi dan volume air dari Kali Tonang serta tidak berfungsinya rawa-rawa di sekitar wilayah yang kebanjiran.

“Ada tiga rawa milik Pemprov dan puluhan lainnya milik Pemkab Lamongan yang tidak berfungsi dengan baik sehingga perlu dilakukan normalisasi dalam waktu dekat,” jelas Kartika.

Salah seorang warga korban banjir Lamongan, Amir, mengaku hanya bisa pasrah kendati jalan dan rumahnya tergenang air selama beberapa hari ini.

“Saya tidak tahu harus berbuat apa? Dikuras percuma karena jalan raya masih banjir. Semoga pompa-pompa bisa diperbanyak agar air cepat surut,” pungkasnya. (sumber: duta.co)