Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Dampak Banjir Lamongan, Harga Gabah Anjlok
Dampak Banjir Lamongan, Harga Gabah Anjlok
Padi yang terendam banjir (mediamadura.com)

Dampak Banjir Lamongan, Harga Gabah Anjlok

Bencana banjir tahunan akibat luapan Bengawan Solo dan tingginya curah hujan di Lamongan, mengancam hasil panen ribuan petani padi musim tanam 2016. Masa panen yang dipercepat, membuat mutu gabah yang dihasilkan juga tidak baik sehingga berdampak pada Harga eceran tertinggi (HET).
Ketetapan pemeritah, HET sebesar Rp 4.500/kg. “Yang terjadi sekarang, harga gabah ada yang Rp 2.500 ada yang Rp 3.000,” ujar Nasi’ah, salah satu petani asal Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, Jumat (11/3). Nasi’ah membenarkan anjloknya harga gabah karena kualitas yang menurun pasca banjir melanda. ” Biasanya harga memang tergantung kualitasnya padi yang dipanen,” lanjutnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, hujan disertai angin dan banjir membuat ribuan hektar lahan padi hampir siap panen roboh.  Lantaran hal itulah, kuantitas dan kualitas bulir padi yang dihasilkan turun.
Petani punmemilih melakukan panen lebih dini menghindari kerugian lebih besar. Padahal, sebagian besar umur padi tersebut baru berusia tiga setengah bulan, biasanya petani akan memanen padi saat memasuki umur empat bulan.
“Ya karena harganya rendah, terpaksa tidak saya jual, lebih baik saya keringkan dulu baru nanti kalau sudah naik harganya baru saya jual ke tengkulak ataupun penggilingan (selep),” jelasnya. (sumber: beritametro.co.id)