Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » SainsTech » Gerhana Matahari Total Diprediksi Bakal Datang Lagi di Indonesia
Gerhana Matahari Total Diprediksi Bakal Datang Lagi di Indonesia
Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 (HARIAN NASIONAL | Makhfudz Sappe)

Gerhana Matahari Total Diprediksi Bakal Datang Lagi di Indonesia

InfoLamongan – Fenomena alam gerhana matahari total (GMT) diprediksi sejumlah ilmuan bakal datang lagi di Indonesia pada 2023. Namun gerhana matahari berjenis hybrid itu hanya melewati wilayah Papua.

Gerhana matahari total memerlukan waktu 350 tahun lagi untuk melintasi wilayah yang sama. Itu artinya, gerhana akan melintasi seluruh wilayah Indonesia ratusan tahun mendatang. Secara umum, para ilmuan dapat memprediksi kejadian gerhana matahari total, termasuk waktu dan tempatnya.

Secara global, gerhana dikelompokkan ke dalam suatu kelompok yang disebut Siklus Saros tertentu. Gerhana-gerhana pada Siklus Saros tertentu akan berulang hampir setiap 18 tahun 11 hari. GMT 9 Maret 2016 adalah anggota ke 52 dari 73 anggota pada Siklus Saros ke 130.

Gerhana sebelumnya yang berasosiasi dengan GMT 9 Maret 2016 ini adalah, GMT yang terjadi pada 26 Ferbruari 1998. Gerhana sesudahnya yang berasosiasi dengan GMT 9 Maret 2016 tersebut adalah GMT yang terjadi pada 20 Maret 2034.

Meski fenomena alam gerhana matahari total di suatu lokasi dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi serupa dengan siklus tertentu. Sebelumnya GMT dapat dinikmati di Indonesia pada 11 Juni 1983 yang jalur totalitasnya melewati Jawa, Sulawesi, dan Papua. Lalu GMT pada 18 Maret 1988, jalur totalitasnya melewati Sumatera dan Kalimantan.

Dilansir dari www.simomot.com ramalan lengkap gerhana matahari berikutnya, paling langka di Indonesia adalah:

Tahun 2023

Gerhana Hybrid

Gerhana matahari yang terjadi pada 2023 adalah gerhana matahari hybrid. Gerhana jenis ini, menurut pengamat astronomi Madhonna Nur Aini, adalah jenis gerhana matahari paling langka. Perempuan yang akrab disapa Donna itu mengatakan, gerhana hybrid adalah perpaduan gerhana cincin dengan gerhana matahari total.

”Dalam satu kesempatan, terjadi gerhana matahari cincin dan GMT. Jadi setelah GMT yang memunculkan korona, terjadi gerhana matahari cincin dengan bentuk matahari yang terhalang bulan bulat seperti cincin,” katanya.

Tahun 2049

Gerhana Matahari Hibrida

Selama abad 21, Indonesia hanya akan dilintasi dua kali gerhana matahari hybrid atau hibrida. Pertama pada 20 April 2023 dan kedua pada 25 November 2049. Setelah 20 April 2023, gerhana matahari total baru bisa terlihat lagi pada 20 April 2042.

Menariknya, dua gerhana matahari total tersebut terjadi pada tanggal yang sama, yaitu 20 April. Karena itu, selisih keduanya bisa dinyatakan tepat bulat 19 tahun. Namun, di luar kesamaan tanggal tersebut, dua gerhana matahari total itu sama sekali berbeda. Salah satu bedanya, 2023 adalah gerhana matahari hybrid, sedangkan 2042 adalah ”murni” gerhana matahari total.

Perbedaan lainnya, gerhana matahari total 2023 hanya melintasi Indonesia bagian timur, sedangkan 2042 hanya melintasi Indonesia bagian barat. Wilayah yang dilintasi adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

“Artinya, cakupan wilayah yang dilintasi gerhana matahari total 2042 lebih luas daripada 2023, namun masih lebih sempit jika dibandingkan dengan 2016,”

Meski pola lintasan gerhana matahari total berbeda, provinsi yang dilintasi pada 2042 adalah bagian dari provinsi yang dilintasi pagi ini. Itu menjadi kabar baik bagi provinsi-provinsi yang sekarang sedang merayakan gerhana matahari. Sebab, mereka akan merasakan setidaknya dua kali gerhana matahari total dalam waktu yang relatif singkat.

Beberapa kawasan sudah terjadi Gerhana Matahari Total di Indonesia, kemarin, misalnya di kawasan Belitung, Sigi (Sulawesi Tengah), dan Ternate. Bahkan di Jakarta sudah terjadi GMT meski hanya parsial saja. Semua orang bersuka ria memandangi gerhana matahari total.

Adapun jadwal langka fenomena terjadinya gerhana matahari total lainnya, seperti dikutip www.timeanddate.com

1. Pada 21 Agustus 2017

Gerhana matahari total akan terjadi di Eropa Barat, Asia Utara/Timur, Afrika Utara/Barat, Amerika Utara, Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Arktik.
Gerhana ini kelak menjadi gerhana matahari total pertama yang terjadi setelah tahun 1979. Gerhana ini bisa dinikmati mulai dari bagian paling timur hingga barat Amerika. Fenomena gerhana yang bisa dilihat oleh seluruh rakyat Amerika ini sebelumnya terjadi tahun 1918.

2. Pada 2 Juli 2019

Gerhana matahari total akan terjadi di Amerika Utara, sebagian besar Amerika Selatan, dan Pasifik. Gerhana ini sebagian besar akan terjadi di Lautan Pasifik. Gerhana ini pastinya tak bisa dinikmati oleh masyarakat umum sebab harus disaksikan melalui kapal.

3. Pada 14 Desember 2020

Gerhana matahari total akan terjadi di Afrika Selatan, sebagian besar Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Laut India, dan Antartika. Bagian klimaks dari gerhana total ini tak bisa disaksikan di daratan. Sebab itu, jangan kecewa jika Anda hanya bisa melihat maksimal 90% bagian matahari yang tertutupi bulan.

4. Pada 4 Desember 2021

Gerhana bisa dilihat dari Australia Selatan, Afrika Selatan, Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Laut India, dan Antartika. Gerhana ini diperkirakan hanya bisa dilihat oleh mereka yang berada di belahan bumi bagian selatan. (sumber : harnas.co)