Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Flu Burung di Lamongan, Ribuan Unggas Mati Mendadak
Flu Burung di Lamongan, Ribuan Unggas Mati Mendadak
Ilustrasi

Flu Burung di Lamongan, Ribuan Unggas Mati Mendadak

InfoLamongan – Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, melakukan vaksin terhadap unggas yang ada di beberapa tempat. Langkah ini diambil setelah ribuan ekor ayam mati secara mendadak diduga akibat terserang virus flu burung dalam sepekan terakhir.

Fokus vaksin dan penyemprotan disinfektan dilakukan di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame. Dinas Peternakan Lamongan memastikan matinya ayam di desa tersebut, karena tertular virus flu burung.

Tindakan lain untuk mencegah penularan, yaitu membakar ayam-ayam yang mati dan kemudian menimbun di satu tempat. ”Ya, ini sedang gencar kita lakukan,” ujar Kepala Dinas Peternakan Lamongan Sukriyah, Jumat, 18 Maret 2016.

Menurut Sukriyah, tindakan lainnya, melakukan pemetaan desa-desa di Kecamatan Sukorame, yang potensi tertular virus flu burung. Diawali dari Desa Sembung, dan memonitor desa sekitar, dengan program vaksin dan penyemprotan di titik-titik di mana hewan unggas mati mendadak. “Ada petugas yang monitor di lapangan.”

Sukriyah penyebaran virus bisa terjadi dengan berbagai pola. Misalnya, adanya keluar-masuk penjualan unggas dari luar Lamongan atau sebaliknya. Selain itu, virus bisa menyebar lewat unggas yang dijual pedagang keliling. Kondisi kandang tidak bersih juga mempercepat penyebaran. Selain itu ada penduduk yang membiarkan unggas bebas berkeliaran.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, mengatakan kasus virus flu burung di daerahnya masih menjadi perhatian. ”Ya, dilakukan kerja bakti dan bersih-bersih,” ujarnya.

Sugeng menyebutkan, Dinas Peternakan Lamongan juga telah berkirim surat ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Intinya mengajukan bantuan untuk mendapatkan disinfektan ke Kabupaten Lamongan. Penyemprotan dilakukan beberapa titik di Kecamatan Sukorame dan sekitarnya dengan populasi unggas sekitar 8.500 ekor. Di antaranya itik, ayam kampung, ayam potong, dan juga ayam petelur. (sumber: tempo.co)