Wednesday, November 22, 2017
Breaking News
Home » News » Pertanyakan Kasus La Nyalla, Pemuda Pancasila Geruduk Kejari Lamongan
Pertanyakan Kasus La Nyalla, Pemuda Pancasila Geruduk Kejari Lamongan
Kejari Lamongan menerima Pemuda Pancasila (detiknews.com/Eko Sudjarwo)

Pertanyakan Kasus La Nyalla, Pemuda Pancasila Geruduk Kejari Lamongan

InfoLamongan – Pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Lamongan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat mempertanyakan keputusan Kejati Jatim yang telah menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka kasus dana hibah Kadin Jatim tahun 2012.

Ketua MPC PP Lamongan, Andrianto Wicaksono mengatakan, kedatangan mereka ke Kejari Lamongan mempertanyakan tanggal 10 Maret La Nyalla Mattalitti ada perintah penyidikan. Namun 16 Maret sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka menuntut kejaksaan menghentikan penyidikan terhadap La Nyalla Mattalitti karena ada kesan tergesa-gesa dan dijebak.

“Kami menilai ada politisasi dalam penetapan La Nyala sebagai tersangka kasus Kadin ini,” katan Andrianto, saat audensi di kejari, Senin (21/3/2016).

Pihaknya juga mempertanyakan 2 alat bukti yang dijadikan dasar penetapan La Nyalla sebagai tersangka. Pasalnya, kasus ini sebenarnya sudah selesai dan ada campur tangan pihak ketiga.

“Kami meminta pihak yang dengan sengaja mengingervensi terhadap kasus ini untuk menghentikan intevensinya,” tambahnya.

Dalam tuntutan berikutnya, mereka meminta Kepala Kajati Jawa Timur, Maruli Hutagalung mundur dari jabatannya karena harus menyelesaikan terlebih dahulu persoalan dugaan kasus suap terhadap dirinya.

“Kami juga minta KPK mengusut kasus Maruli tersebut,” ucapnya membacakan tuntutan.

Sementara Kasi Intel Kejari Lamongan, Taryoko Budiyanto mengatakan, pihaknya menampung aspirasi dari PP Lamongan. Budi menegaskan, pihaknya secara resmi tak bisa menyampaikan karena bukan kewenangan mereka. “Tapi aspirasi Pemuda Pancasila saya tampung,” ucapnya.

Sementara hasil dari audiensi ini akan disampaikan ke Kajari Lamongan. “Hasil pertemuan ini saya laporkan pada pimpinan, nanti Kajari yang akan meneruskan ke Kejati. Hasil dari Kejati akan kami sampaikan kembali kepada teman Pemuda Pancasila yang di wilayah Lamongan,” pungkas Budi. (sumber: detiknews.com)