Wednesday, November 22, 2017
Breaking News
Home » News » Perusahaan Lamongan Bangun 20 Kapal Pesanan Presiden Jokowi
Perusahaan Lamongan Bangun 20 Kapal Pesanan Presiden Jokowi
Ilustrasi Pembuatan Kapal (detiknews.com)

Perusahaan Lamongan Bangun 20 Kapal Pesanan Presiden Jokowi

InfoLamongan – Sebuah perusahaan kapal di Lamongan kini sedang nge­but untuk menyelesaikan pem­buatan kapal pesanan Pre­siden Joko Widodo (Jokowi). Kapal yang sedang diselesaikan pem­buatan­nya tersebut sebanyak 20 buah kapal rede yang akan digunakan sebagai transportasi laut.

Perusahaan di Lamongan yang mendapat order pembuatan kapal pesanan dari Jokowi tersebut adalah galangan kapal PT Prakitri Kasha Darma, yang berada di Kecamatan Paciran Lamongan. Menurut Dirjen Perhubungan Laut, Umar Aris, perusahaan di Lamongan ini mendapat pesanan 20 kapal rede bersama dengan sejumlah perusahaan lainnya di Indonesia.

Kapal rede ini, terang Umar, digadang-gadang sebagai per­wujudan program nawacita pre­siden Jokowi untuk mengatasi transportasi laut, terutama di perairan daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. “Selain mengangkut penumpang, kapal ini juga dirancang untuk meng­angkut barang industri, sembako dan ikan hasil tangkapan nelayan,” ka­tanya.

Umar mengungkapkan, de­ngan pembuatan kapal rede ini diharap­kan disparitas harga bisa ditekan sedemikian rupa se­hingga bisa menghemat biaya trans­portasi di seluruh wilayah Indonesia.
Selain Lamongan, lanjut Umar, perusahaan lain yang ju­ga mendapat order dari pre­siden Jo­kowi tersebut adalah perusahaan kapal yang ada di wilayah Ban­jarmasin dan Samarinda yang dibuat me­nggunakan uang negara senilai Rp 278 miliar. “Hari ini kita mulai pembangunan kapalnya dan direncanakan akan selesai dalam 14 bulan,” katanya.

Sementara, Direktur Utama PT Prakitri Kasha Darma, Irvan Dian Putra Lubis kepada wartawan mengatakan, Lamongan dipilih sebagai salah satu pelayanan pembuatan kapal rede karena lokasinya yang mudah dijangkau, yaitu berada di wilayah tengah Indonesia dan mudah diakses dari berbagai kota besar di Indonesia. “Kapal ini diharapkan menjadi penghubung antara pelabuhan kecil dengan pelabuhan besar,” pungkasnya. (sumber: jurnalasia.com)