Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Tembus Rp 39 Miliar, Anggaran PKH Lamongan
Tembus Rp 39 Miliar, Anggaran PKH Lamongan
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Lamongan (Jatim Times)

Tembus Rp 39 Miliar, Anggaran PKH Lamongan

InfoLamongan – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Lamongan M Kamil, menyatakan mulai tahun ini, cakupan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI diperluas.

“Kemensos pada tribulan kedua tahun 2015 sudah memperluas cakupan penerima PKH. Dari yang sebelumnya hanya mencakup Keluarga Sangat Miskin (KSM) dengan anggota keluarga yang bersekolah hingga jenjang SMP, kemudian ditambah hingga jenjang SMA,” kata Kamil, Senin (18/4/2016).

Sebelumnya, PKH ini hanya mencakup KSM dengan kriteria memiliki anggota keluarga ibu hamil, balita, anak bersekolah di TK, SD, SMP dan SMA. Namun dengan perluasan ini maka KSM yang memiliki anggota dengan usia lanjut dan atau ada yang memiliki kecatatan, dapat dimasukkan dalam PKH.

“Mulai tahun ini semakin banyak yang menerima manfaat dengan ditambahnya lansia dan orang dengan kecacatan berat atau ODKB dalam skema penerima,” sambung Kamil.

Bertambahnya cakupan penerima PKH tersebut, lanjut Kamil, juga berimplikasi pada semakin banyaknya anggaran yang dikucurkan untuk Lamongan.

Di tahap pertama tahun 2016 ini saja, anggaran PKH yang dikucurkan mencapai Rp 18.829.968.750 untuk 23.550 KSM. Total selama 2016 dana untuk PKH sebesar Rp 39. 994. 875.000

“Termasuk bantuan untuk 50 KSM dengan anggota keluarga lansia, 244 keluarga yang memiliki ODKB dan bantuan beras sejahtera untuk 103.040 keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Infokom Pemkab Lamongan Sugeng Widodo, mengatakan penerima bantuan dibandingkan dengan periode yang yang sama di tahun 2015, bantuan PKH untuk Lamongan melonjak drastis.

“Pencairan tahap pertama di tahun 2015, PKH diberikan kepada 23.067 KSM dengan anggaran yang ditransfer langsung kepada peserta sebesar Rp 5.741.477.500,” ujarnya.

Namun, sambung Sugeng, dalam setiap tahap pencairan PKH, dipastikan jumlah anggaran dan KSM penerima selalu berubah, karena dilakukan verifikasi secara periodik.

“Dimungkinkan dalam verifikasi itu, misalnya, yang sebelumnya memiliki anak bersekolah, dia sudah lulus atau yang sebelumnya memiliki ibu hamil, dia sudah melahirkan,” terang dia.

Untuk di ketahui, selama tahun 2015, PKH dicairkan dalam empat tahap dengan total anggaran yang ditransfer mencapai 37.485.753.750. Rinciannya, tahap pertama diberikan kepada 23.067 KSM dengan anggaran sebesar Rp 5.741.477.500.

Berikutnya di tahap kedua diberikan kepada 22.989 KSM dengan anggaran sebesar Rp 18.166.983.750. Selanjutnya di tahap ketiga menjadi Rp 6.690.838.750 untuk sebanyak 22.957 KSM dan di tahap keempat dicairkan sebesar Rp 6.886.453.750 untuk sebanyak 23.790 KSM. (sumber: lamongantimes.com)