Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Pemilik Stand di Plaza Lamongan Tuntut PD Pasar Bertanggungjawab
Pemilik Stand di Plaza Lamongan Tuntut PD Pasar Bertanggungjawab

Pemilik Stand di Plaza Lamongan Tuntut PD Pasar Bertanggungjawab

InfoLamongan – Sejumlah pedagang sekaligus pemilik stand di Lamongan Plaza, menuntut pertanggungjawaban dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Lamongan, terkait ketidakjelasan operasional Lamongan Plaza yang kini mati suri.

Dian Retno, salah seorang pemilik stand penjualan aksesoris komputer, mengaku sebelumnya oleh pihak PD Pasar, selaku pengelola Lamongan Plaza, dirinya dijanjikan akan diberikan pengembalian biaya kepemilikan stand.

“Pada saat itu, saya dan semua pemilik stand diminta tanda tangan, dan dijanjikan akan dikembalikan dengan diangsur mulai bulan Januari hingga Oktober ini. Nah!.. sampai sekarang tidak jelas,” paparnya, Rabu (26/10).

Kini, Dian Retno, juga merasa dibohongi oleh perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut. Dirinya bersama pemilik stand lainnya meminta agar PD Pasar Lamongan bertanggungjawab mengembalikan uang pembayaran stand.

“Kita minta uang ganti stand pak, soale saya dengar sebelumnya PD pasar sudah mencairkan sebesar 2,8 miliar untuk mengembalikan uang ganti kepada 7 orang pemilik stand,” ucap Dian.

Sementara, pihak PD Pasar Lamongan melalui Manager Operasional, Langgeng Sau’ud, mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mencarikan solusi terkait persoalan para pemilik stand di Lamongan Plaza.

“Kita juga beban sekali, secara umum perusahaan juga sudah memperjuangkan agar masalah terselesaikan, biar gak seperti ini,” Kata Langgeng Sau’ud, saat bertemu di ruang kerjanya.

Langgeng menjelaskan, hingga sekarang pihak PD Pasar Lamongan terus berusaha memperjuangkan dengan mencari investor agar Lamongan Plaza bisa kembali beroperasi.

“Selama ini kita cari investor agar masuk, termasuk ramayana juga. Kemarin juga ada investor yang berminat dan sudah siap masuk, tapi tidak jadi karena orangnya sakit di singapura,” terangnya.

Berdasarkan informasi, kondisi Lamongan Plaza yang mati suri tersebut, setidaknya membuat ratusan pemilik stand harus menanggung kerugian dan tidak bisa menjalankan usahanya. (sumber pasmediaonline.com)