Friday, September 22, 2017
Breaking News
Home » News » Peringati Hari Guru, Guru Honorer Di Lamongan Demo di Kantor PGRI
Peringati Hari Guru, Guru Honorer Di Lamongan Demo di Kantor PGRI

Peringati Hari Guru, Guru Honorer Di Lamongan Demo di Kantor PGRI

InfoLamongan.com – Puluhan guru honorer menggelar unjukrasa di depan kantor PGRI Lamongan di Jalan KH Ahmad Dahlan Lamongan. Di Hari Guru ini, mereka menuntut agar pemerintah mengangkat tenaga honorer, dan mendapat upah yang layak.

Mengenakan seragam, puluhan guru honorer ini berorasi secara bergantian di depan Gedung PGRI sambil membentangkan sejumlah poster tuntutan.

Ketua Gerakan Honorer Kategori 2 Indonesia Bersatu (GHK2-IB) Lamongan, Ahmad Wasiran kepada wartawan, Jumat (25/11/2016) mengatakan, aksi ini terpaksa mereka lakukan, karena banyak dari para guru honorer di Lamongan yang terpaksa mencari pekerjaan tambahan karena gaji yang mereka peroleh sebagai pengajar tidak mencukupi untuk biaya hidup sehari-hari.

Wasiran mengatakan, dari tenaga honorer K2 yang ada di Lamongan bahkan ada yang hanya digaji Rp 100 ribu dan paling besar Rp 300 ribu. “Sangat tidak cukup kalau melihat kebutuhan,” ujar Wasiran.

Dari total 838 orang guru honorer K2 di Lamongan menurut Wasiran, sudah ada yang mengabdi selama 32 tahun. Pada tahun 2015, mereka bersama Bupati Lamongan pernah mengajukan ke presiden agar bisa dilantik menjadi PNS. Namun, hingga saat ini ratusan guru honorer K2 Lamongan belum ada yang diangkat menjadi CPNS.

Padahal jelas Wasiran, Menpan RB dan Komisi II DPR RI sudah membuat kesepakatan untuk mengangkat menjadi CPNS. “Kami mengharapkan pemerintah memenuhi janjinya yang sudah dibuat oleh Menpan RB dengan Komisi II DPR RI, tanggal 15 September 2015, bahwa seluruh honorer K2, sejumlah 439.956 akan diangkat menjadi CPNS secara bertahap mulai 2016 sampai paling lambat 2019,” tegas Wasiran.

Para guru honorer ini akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Kalau tidak dipenuhi, kami akan turun jalan dengan massa lebih besar seperti di Jakarta,” ujar Wasiran.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya, puluhan guru ini meninggalkan lokasi unjuk rasa dengan tertib.

“Wahai pemerintah, berikanlah kami upah sesuai kriteria hidup layak,” teriak salah satu guru sebelum mengakhiri unjuk rasa. (sumber: detiknews.com)