Monday, December 11, 2017
Breaking News
Home » SainsTech » Dampak Negatif Membuat dan Melihat Timeline di Media Sosial
Dampak Negatif Membuat dan Melihat Timeline di Media Sosial
Ilustrasi (Sumber: https://www.3degreez.com)

Dampak Negatif Membuat dan Melihat Timeline di Media Sosial

InfoLamongan.com  Timeline, stories, history atau apa saja penyebutannya, intinya sama, yakni status yang dibuat di media sosial dan bisa hilang dengan sendirinya dalam waktu 24 jam. Bahkan, dengan melihat timeline, seorang penggemar bisa merasa sangat dekat dengan idolanya karena sering melihat aktivitas hariannya. Mangapa pula timeline terkesan asal posting dan terlihat natural? Karena memang posting-an tersebut tidak bertahan lama. Kalau pun jelek dan tidak penting, si pemilik posting-an tidak perlu menghapusnya.

Tentang timeline, yang demikian itu, kalau porsinya pas akan menyenangkan. Tapi, apa akibatnya jika kita terlalu sering atau malah setiap saat tak pernah melewatkan postingan timeline media sosial kita? Atau kita yang tidak sadar kalau sudah terlalu banyak mengekspos kehidupan kita pada khalayak umum? Jelas apa pun yang berlebihan pasti memiliki dampak yang tidak baik.

Nah, inilah dampak negatif bagi kamu yang kecanduan mengecek timeline orang lain atau terlalu sering membuat timeline di media sosialmu.

1. Membuang-buang waktu

Banyak postingan di timeline yang sebenarnya tidak berfaedah untuk kita lihat. Misalnya saja, postingan gambar makanan atau minuman yang sedang dinikmati teman kita. Kalau enggak kita lihat juga nggak masalah, sih. Jadi kita bisa gunakan waktu untuk membaca atau melihat yang lebih bermanfaat. Lalu bagaimana kita memilah? Kadang kan ada juga status yang inspiratif? Ya tinggal lewati saja yang kurang bermanfaat.

2. Terlalu banyak melihat kehidupan orang lain, hingga membandingkan dengan kehidupan kita.

Media sosial dan media pamer saat ini beda tipis. Banyak kebahagiaan yang bertebaran dibagikan pada timeline. Pilihan tersebut karena timeline lebih mudah dibuat daripada status yang permanen, maka orang-orang bisa lebih cepat mem-posting aktivitas yang mereka lakukan. Nah, kita sebagai penonton, jangan pernah membanding-bandingkan kehidupan kita dengan apa yang tersaji di timeline media sosial. Karena ketika kita tak bisa menggapai apa yang kita lihat, bisa-bisa malah menjadi kegelisahan. Jadi, tetap lakukan hidup kita masing-masing dengan sebaik mungkin.

3. Menambah daftar keinginan

Melihat teman berwisata ke tempat baru, kita ingin. Melihat teman bahagia dengan keluarganya, kita ingin. Melihat teman sukses dengan bisnisnya, kita ingin. Kalau semua yang dilihat indera penglihatan kita hanya menambah keinginan yang mungkin hanya sesaat, sebaiknya cegah jari kita untuk sering scroll timeline media sosial, deh. Biar keinginan kita hanya untuk sesuatu yang penting, misalnya ingin lebih baik dan bijak dalam kehidupan.

4. Cemas menghitung berapa pemirsa timeline kita

Hayoo ngaku, siapa yang sering ngitung pemirsa timeline dan kecewa kalau pemirsa timelinekita enggak sampai jumlah tertentu? Jadi, kembali lagi, apa sebenarnya maksud kita postingsesuatu. Memberikan manfaat kepada orang lain? Atau ingin pamer? Atau juga ingin terkenal? Kalau niat kita cenderung karena pamer, biasanya kita ingin banyak orang yang melihat. Yuk, introspeksi diri lagi dengan maksud posting-an kita.

5. Memalsukan kondisi yang sesungguhnya

Karena tidak ingin kalah dari orang lain, beberapa orang mem-posting sesuatu dengan dibuat-buat dan penuh kepalsuan untuk mendapatkan pengakuan kebahagiaan. Atau, agar mendapatkan simpati, ada pula yang posting dengan terlalu mendramatisir kesedihan, seolah menjadi manusia peling menderita di muka bumi. Stop! Kalau pernah atau sering bahkan berniat demikian, langsung hentikan sekarang juga. Hiduplah apa adanya, jangan mengada-ngada hanya demi pengakuan atau simpati di timeline media sosial.

Sumber : bernas.id